The Hard Part is …

THE easy part of life is finding someone to love. The hard part is finding someone to love you back.

Dooh sebenarnya males nulis yang galau-galau begini, tapi kalau gak ditulisin rasanya sama kaya lo makan tapi gak pake minum, sereeet. Atau rasanya sama kaya lo mau bersin tapi gak jadi: ngambang. Jadi ya mending ditulis saja deh. Maaf ya kalau tulisan saya di blog ini kebanyakan curhat, lama-lama saya ganti juga tajuk blog ini jadi:

nasikhudinisme.com

Curhat | Jalan-Jalan | Curhat | Belajar Pajak | Curhat

*kebanyakan curhatnya 😀

Mencintai seseorang itu mudah, kata Charlie ST12 cuma butuh waktu satu jam saja buat mencintai seseorang. Yang susah itu ya mendapatkan balasan cintanya, hahaha. Saya tau Anda sudah berpikir hidup saya ngenes sekali. Terima kasih. Tapi bukan ituuuuu yang akan saya ceritakan di sini, weeeekkk 😛

Saya ingin cerita tentang cinta orang tua kepada kita. Saya yakin sekali begitu kita lahir ke dunia ini, begitu tangis kita pecah, saat itu pula cinta orang tua kepada kita sudah sedemikian besarnya. Bahkan  rasa cinta itu sudah mulai tumbuh sejak kita masih dalam kandungan. Bukan hal yang sulit rasa cinta itu bersemi hari demi hari. Tapi bagian sedihnya adalah, untuk mendapatkan balasan cinta dari anaknya, orang tua membutuhkan waktu bertahun-tahun, itu pun jika cinta itu berbalas. Tak sedikit yang cintanya justru berbalas kedurhakaan.

Kalau saya sih jangan ditanya lagi ya, sudah menebar cinta kemana-mana, bahkan kepada bunga yang belum mekar sekalipun *hasyaah, mesum!. Namun apa daya belum saatnya mereka terpikat. Ini kenapa jadi curhat lagiii!??!!!

Jadi, sebagai anak, sudah seharusnya kita membalas cinta dan kasih sayang orang tua kita tanpa syarat. Cukup cintai mereka dengan tulus, seperti mereka mencintai dan menyayangi kita sejak kita kecil hingga sekarang ini.

Kata Tulus dalam lirik lagunya: Jangan cintai aku apa adanya, tuntutlah sesuatu agar kita jalan ke depaaan ….

Bahwa pada dasarnya mencintai saja belum cukup. Kita harus membuktikan rasa cinta itu, agar orang yang kita cintai tau dan mengerti, bahwa kita mencintai dia, bukan karena kita dituntut untuk melakukan sesuatu, tapi karena dia layak mendapatkan usaha kita itu.

Selamat malam Selasa!

Advertisements

2 thoughts on “The Hard Part is …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s