Tentang Saya

image

Seorang Pegawai Negeri Sipil yang suka jalan-jalan; tentunya bukan di saat jam kerja. Lahir dan besar di Tegal, Jawa Tengah. Lulus dari SMA Negeri 1 Slawi melanjutkan kuliah kedinasan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) jurusan administrasi perpajakan dan memperoleh gelar sarjana pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN) jurusan Manajemen Perusahaan Publik.

Selain menulis di blog, juga aktif menulis pada majalah perpajakan. Beberapa tulisannya bisa dijumpai di majalah Indonesian Tax Review, Inside Tax, maupun artikel dan buletin online di Ortax.org. Senang berbagi ilmu melalui tulisan dan lisan, terutama ilmu di dunia perpajakan. Bisa dihubungi melalui e-mail di nasikhudinisme@gmail.com

Advertisements

22 thoughts on “Tentang Saya

  1. Rachmat

    mas Nasik, saya sangat terbantu dengan tulisan dan penjelasan anda mengenai pajak.. saya yakin dari tulisan anda, pribadi anda juga se apik tulisan anda. senang berkenalan dengan anda dan salam kenal dan sukses … Rachmat

    Like

    Reply
    1. Nasikhudin Post author

      Salam kenal dan salam hormat saya juga untuk Pak Rachmat. Senang sekali tulisan saya bermanfaat bagi orang lain. Katanya untuk melihat karakter seseorang, lihatlah dari apa yg dibacanya. Sebenarnya bisa dilihat juga dari apa yang ditulisnya 😊😊

      Like

      Reply
  2. ayunohime

    Pak Nasik, maaf mau tanya sekalian konsultasi, Saya lupa melaporkan harta (Rumah KPR) saya di SPT Tahunan terakhir saya. Rencananya saya mau ikut Tax Amnesty, Jika Harga Rumah Saya 300jt,hutang KPR 240jt&DP rumah 60jt,berapakah yang harus saya setor ke pajak Tax Amnesty jika kena tarif 2%, karena saya dapat info dari teman, hutang pengurang KPRnya maksimal hanya 50% dari harga rumah saya. Mohon masukannya Pak Nasik. Terima kasih.

    Like

    Reply
    1. Nasikhudin Post author

      Selamat malam ibu Ayu. Apabila ibu memiliki rumah yang belum ibu laporkan dalam SPT Tahunan PPh ibu, maka memanfaatkan amnesti pajak merupakan langkah yang tepat. Jika nilai rumah ibu 300 juta, dan nilai utang ibu 240 juta, berdasarkan ketentuan amnesti pajak, nilai aset bersih ibu dihitung sebagai berikut:

      300 juta – 150 jt (maksimal 50%) = 150 juta,
      sehingga uang tebusan adalah 2% x 150jt

      Hal ini sesuai dengan UU Amnesti pajak bahwa Untuk penghitungan dasar pengenaan Uang Tebusan, besarnya nilai Utang yang berkaitan secara langsung dengan perolehan Harta tambahan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang nilai Harta bagi Wajib Pajak orang pribadi paling banyak sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai Harta tambahan.

      Semoga bermanfaat

      Like

      Reply
  3. Victor

    Pagi Pak. Minta tanya anak sy waktu sma sy buatkan npwp untuk pengganti usaha dagang saya dan skg usaha saya pakai npwp anak saya lapor spt tiap tahun dan lancar. Jadi sy uda non aktifkan npwp saya. Waktu kuliah anak saya d aussie. Jadi sy yg urus npwp anak saya. Anak sy skg ada permanen resident dan ada beli rumah atas namanya. Pertanyaan saya apakah rumah tersebut harus ikut TA ato pembetulan spt dan apakah jadi masalah kalo ada PR dan ada npwp?

    Like

    Reply
  4. Aini

    Selamat siang pak nasikhudin, saya adalah pegawai di sebuah bank swasta..Adapun pada Desember 2015 abang kandung saya membayar uang DP pembelian mobil di showroom mobil dan sisa pembayaran mobil menggunakan kredit dari bank swasta (tanggal perjanjian kredit adalah 14 Januari 2016), yang mana berdasarkan perjanjian kredit dengan bank abang kandung saya tercatat sebagai debitor tetapi mobil tersebut balik nama atas nama saya..Adapun yg ingin saya tanyakan adalah : 1.apakah mobil tersebut wajib di laporkan ke dalam SPT tahunan abang kandung saya (selaku debitor) atau saya (selaku nama yang tertera di BPKB mobil tersebut)? 2. secara perpajakan, tanggal resmi mobil tersebut menjadi harta pribadi apakah sejak tanggal pembayaran DP mobil ke showroom atau sejak tanggal di tanda tangani perjanjian kredit dengan pihak bank atau sejak tanggal di keluarkannya BPKB mobil? 3.mobil tersebut apakah seharusnya masuk ke dalam pelaporan pajak tahun 2015 atau tahun 2016 ?..Mohon pencerahan dari bapak..Terima Kasih

    Like

    Reply
  5. Ushwatun Khasanah

    Selamat siang pak.
    Saya akan menghadapi ujian tengah semester di tempat bapak berkuliah dahulu, dan membaca tulisan bapak sangat membantu saya memahami materi terkait pajak penghasilan.
    Terimakasih pak.
    Selamat bekerja pak! Salam sukses! Semoga suatu saat dapat bertemu langsung dengan bapak.

    Like

    Reply
    1. Nasikhudin Post author

      Selamat sore Uswatun
      Alhamdulillah kalau tulisan saya bermanfaat.
      Sukses juga ya, smg bisa bertemu di kesempatan yg lebih baik.

      Like

      Reply
  6. Fatah

    assalamualaikum
    mas, mohon pencerahanyya..saya bekerja di bank swasta, pada tahun 2016, mulai bulan januari s/d november 2016, omset kami < dari 4,8 M tetapi pada bulan ini Desember 2016, omset kami diatas 4,8 M.
    Yang ingin saya tanyakan pengenaan pajak pada bank kami itu bagaimana, apakah pph final atau pph yg pakai tarif progresif, mohon penjelasannya mas.
    terima kasih.

    Like

    Reply
  7. sherly feng

    Selamat siang Pak,

    Saya mau tanya, bagaimana cara untuk melaporkan harta dalam SPT pribadi berupa rumah, dimana pembelian tersebut saya lakukan masih dalam proses cicilan DP ke Developer mulai dari Juli 2016 dan DP lunas bln Juni 2016, dan untuk sisa pelunasan 70% akan saya proses KPR. Tapi saat ini saya belum tahu untuk nilai hutang pastinya karena masih belum pengajuan KPR.
    Bagaimana cara pencatatan nya, apakah ditunda dulu untuk SPT 2017 setelah nilai hutangnya jelas, atau bagaimana.

    Mohon bantuan untuk penjelasannya.

    Terima kasih,
    Sherly

    Like

    Reply
  8. Heri

    Selamat siang pak,
    Mohon pencerahannya,
    Saya punya rumah dengan nilai pembelian thn 2003 sebesar 80 juta. Saya berencana menjual dengan harga pasar saat ini sebesat 400 juta.
    Dikenakan jenis pajak apa dan berapa besarnya atas hasil penjualan rumah saya tsb, dan apakah bersifat final pajaknya ?
    Lalu bagaimana cara melaporkannya ke dalam SPT ? Terimakasih

    Like

    Reply
  9. Aghniazetta

    Mas, mau tanya.
    Saya ada perkebunan kelapa sawit, bentuk CV, ada NPWP, penghasilan kurang dari 4,8M per tahun. Bagian laba nya saya ambil (prive) untuk dijadikan modal usaha berdagang.
    Saya juga punya usaha pedagang eceran, yang omsetnya juga kurang dari 4,8M per tahun, ada NPWP pribadi.
    Saya bingung bagaimana bayar pajak dan lapor SPT tahunan nya?
    Saya selama ini melapor badan 1771 dengan pph final 46, dan melaporkan nihil di SPT 1770 pribadi, karena saya gabungkan penghasilan nya.

    Like

    Reply
  10. Nugroho

    Selamat sore,
    Mohon bantuannya,
    sy sdg membuat spt badan tempat sy bekerja. Krn peredaran bruto setahun 1,1 M atau kurang dari 4,8M artinya penghitungan pph nya 1% bukan pak ?
    Yg sy bingung :
    1. krn di 1771-I penghasilan netto nya msh 7 juta, jd di 1771 induk msh kena pph 25%.. Bgmn ini pak? Selain byr yg 1% dari peredaran bruto 1,1 M byr juga yg 25% ?
    2. Mengisi ssp/ ebillingnya, yg 1% kode pajak nya bgmn krn kami baru hitung & akn setor skrg ( 1 tahun sekaligus utk th 2016)

    Terima kasih sebelumnya. Sy sangat berharap bantuannya.

    Hormat saya,
    Nugroho

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s