Ayo Lapor SPT Tahunan PPh!

PARA Pembaca yang budiman, rasa-rasanya baru kemarin kita merayakan tahun baru 2015 pada 1 Januari lalu, sekarang kita sudah memasuki bulan Februari. Time goes by so fast. Kita menua tanpa kita sadari. Tapi memang seperti itulah karakteristik waktu, cepat berlalu dan tidak dapat diputar kembali.

Januari, Februari, Maret, dan April, masyarakat Wajib Pajak akan disibukkan dengan pelaporan SPT Tahunan PPh. Agenda ini merupakan amanat dari UU KUP yang harus dilaksanakan oleh seluruh Wajib Pajak sebagai bentuk kepatuhan dalam pelaksanaan peraturan perpajakan. Sedikit saya akan memberikan gambaran mengenai SPT Tahunan PPh ini.

SPT Tahunan PPh merupakan media/alat untuk melaporkan penghasilan, termasuk penghasilan yang bukan objek pajak, harta dan kewajiban, pajak yang disetor sendiri dan/atau dipotong/dipungut pihak lain, dan data lainnya yang diperlukan. SPT Tahunan PPh merupakan bentuk nyata pelaksanaan self assessment system dalam bidang perpajakan, karena melalui SPT Tahunan PPh tersebut Wajib Pajak menyatakan berapa penghasilan, berapa harta dan kewajiban, dan berapa pajak yang terutang dan telah disetor. Sehingga SPT Tahunan, secara hakikat, adalah surat pernyataan pribadi Wajib Pajak kepada negara.

Pentingnya SPT Tahunan PPh
SPT Tahunan PPh mempunyai kedudukan yang vital dalam pelaksanaan ketentuan perpajakan di Indonesia. Selain sebagai perwujudan kepatuhan pelaksanaan ketentuan perpajakan, SPT Tahunan PPh akan dijadikan sebagai triger dalam menentukan besarnya pajak yang sebenarnya terutang menurut DJP melalui proses pemeriksaan. SPT Tahunan dalam hal ini berfungsi sebagai bahan mentah dalam proses penerbitan Surat Ketetapan Pajak.

Mengingat pentingnya SPT Tahunan, maka ketentuan yang mengatur mengenai SPT Tahunan sangat rigid. Beberapa hal yang harus menjadi perhatian WP dalam mengisi SPT Tahunan PPh diantaranya:
a) Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh
b) Formulir SPT Tahunan PPh yang dipergunakan
c) Tata cara pengisian SPT Tahunan PPh
d) Tata cara penyampaian SPT Tahunan PPh
e) Sanksi apabila tidak menyampaikan SPT Tahunan PPh

Batas Waktu Penyampaian SPT Tahunan PPh
SPT Tahunan PPh harus disampaikan paling lama:
1) Untuk SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi, paling lama 3 bulan setelah akhir tahun pajak, yaitu tanggal 31 Maret
2) Untuk SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan, paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak, yaitu tanggal 30 April

Perpanjangan Batas Waktu Penyampaian SPT Tahunan PPh
Wajib Pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT Tahunan PPh untuk paling lama 2 bulan sejak batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh dengan cara menyampaian pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan PPh.  

Formulir yang dipergunakan
Wajib Pajak jangan sampai salah menggunakan formulir SPT Tahunan PPh. Hingga tulisan ini dibuat, bentuk formulir SPT Tahunan PPh diantaranya:
a. 1771 : SPT Tahunan PPh Badan
b. 1771$ : SPT Tahunan PPh Badan bagi Wajib Pajak yang menyelenggarakan pembukuan dengan mata uang asing
c. 1771Y atau 1771$ : Pemberitahuan perpanjangan penyampaian SPT Tahunan PPh Badan
d. 1770: SPT Tahunan PPh Orang Pribadi bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha, memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, memperoleh penghasilan yang dikenai PPh Final, dan memperoleh penghasilan lainnya
e. 1770Y : pemberitahuan perpanjangan penyampaian SPT Tahunan PPh OP
f. 1770S: SPT Tahunan PPh Orang Pribadi bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, penghasilan dalam negeri lainnya, dan memperoleh penghasilan yang dikenai PPh Final
g. 1770SS: SPT Tahunan PPh Orang Pribadi bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60.000.000,- setahun

Formulir-formulir tersebut dapat diperoleh Wajib Pajak melalui:
a. KPP terdekat
b. Mendownloadnya di situs http://www.pajak.go.id
c. Mendownloadnya pada lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-19/PJ/2014
d. Mendownload aplikasi e-SPT-nya di situs http://www.pajak.go.id

Tata Cara Pengisian SPT Tahunan
Tata cara pengisian formulir SPT Tahunan PPh tentu saja disesuaikan dengan jenis formulirnya. Dimana Wajib Pajak dapat membacanya pada petunjuk pengisian yang terdapat pada lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-19/PJ/2014

Tata cara penyampaian SPT Tahunan PPh
Berdasarkan UU KUP dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-29/PJ/2014, SPT Tahunan PPh dapat disampaikan melalui:
a. Langsung: melalui TPT KPP mana saja, TPT KPP terdaftar, pojok pajak, mobil pajak, atau drop box yang disediakan oleh KPP
b. Dikirim melalui Pos
c. Dikirim melalui perusahaan jasa ekspedisi
d. e-Filing
Mengenai jenis formulir, status SPT dan tata cara penyampaian SPT Tahunan PPh-nya pernah saya bahas dalam tulisan berjudul Cara Menyampaikan SPT Tahunan PPh.

Sanksi apabila tidak menyampaikan SPT Tahunan PPh
Apabila SPT Tahunan PPh tidak disampaikan dalam jangka waktu yang semestinya atau jangka waktu perpanjangan SPT Tahunan PPh, dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar:
a) SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Rp100.000,-
b) SPT Tahunan PPh Badan Rp1.000.000,-

Sanksi denda tersebut tidak akan dikenakan terhadap:
a. Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah meninggal dunia
b. Wajib Pajak Orang Pribadi yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas
c. Wajib Pajak Orang Pribadi yang berstatus sebagai warga negara asing yang tidak tinggal lagi di Indonesia
d. BUT yang tidak melakukan kegiatan lagi di Indonesia
e. Wajib Pajak Badan yang tidak melakukan kegiatan usaha lagi tetapi belum dibubarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
f. Wajib Pajak yang terkena bencana yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan
g. Bendahara yang tidak melakukan pembayaran lagi
h. Wajib Pajak lain yang tidak dapat menyampaikan SPT Tahunan PPh dalam jangka waktu yang telah ditentukan karena kerusuhan masal, kebakaran, ledakan bom atau aksi terorisme, perang antarsuku, kegagalan sistem informasi administrasi penerimaan negara atau perpajakan, dan keadaan lain berdasarkan pertimbangan Dirjen Pajak.

Wajib Pajak yang dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Tahunan PPh
Wajib Pajak Orang Pribadi yang dalam satu tahun pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi PTKP dikecualikan dari kewajiban penyampaikan SPT Tahunan PPh

Penyampaian SPT Tahunan secara e-Filing
e-Filing
merupakan salah satu media dalam penyampaian SPT Tahunan PPh, dimana Wajib Pajak tidak perlu datang ke KPP, karena penyampaian SPT nya dilakukan secara online melalui jaringan internet. Ada dua jenis e-Filing, yaitu e-Filing yang disediakan oleh DJP melalui website djponline.pajak.go.id dan e-Filing yang disediakan oleh perusahaan ASP. e-Filing yang disediakan oleh DJP merupakan layanan tidak berbayar (gratis), namun saat ini hanya terbatas pada jenis formulir 1770S dan 1770SS. Sedangkan e-Filing yang disediakan oleh perusahaan ASP merupakan layanan berbayar (tidak gratis), sehingga Wajib Pajak harus mempertimbangkan biayanya.
Untuk dapat melaporkan SPT menggunakan e-Filing, Wajib Pajak harus terlebih dahulu memiliki e-FIN (electronic filing identification number) yang bisa diperoleh di KPP terdekat sebagaimana diatur dalam PER-1/PJ/2014. Layanan e-Filing tersedia selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Jadi, masih ragu menyampaikan SPT Tahunan PPh??
Yuk kita sampaikan SPT Tahunan PPh kita sebagai bentuk kepatuhan pelaksanaan kewajiban perpajakan!
Semoga bermanfaat.

Advertisements

One thought on “Ayo Lapor SPT Tahunan PPh!

  1. Pingback: Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Karyawan – nasikhudinisme.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s