Resensi Buku: The Girl On The Train

PERNAHKAH Anda memperhatikan seseorang atau sesuatu dengan begitu mendalam, setiap hari selama bertahun-tahun lalu Anda mereka-reka atau menghayalkan tentang sesuatu itu? Misalnya Anda memperhatikan dua orang kakek-nenek berjalan-jalan di taman setiap sore setiap hari, lalu Anda membayangkan betapa bahagianya nenek tersebut ditemani suaminya berjalan-jalan setiap hari, meskipun sudah tua namun mereka tetap merasakan cinta dan kebahagiaan satu sama lain.

Begitu juga yang dilakukan Rachel saat melihat sepasang suami istri (Rachel menghayalkan mereka bernama Jess dan Jason) setiap pagi di balkon rumah mereka. Rumah Jess dan Jason berada salah satu jalan yang berhadapan langsung dengan rel kereta, sehingga Rachel yang setiap pagi menaiki kereta melihat aktivitas Jess dan Jason di balkon rumah mereka. Rachel membayangkan betapa bahagianya Jess memiliki suami penyayang dan perhatian seperti Jason. Rachel bisa tahu bahwa Jess adalah wanita yang bahagia, dari tatapan mata Jess kepada Jason, dari cara Jason memegang bahu Jess di balkon mereka di pagi hari, Rachel hanya menyimpulkan. Apa yang dibayangkan Rachel terhadap Jess dan Jason sungguh bertentangan dengan kehidupan Rachel yang sesungguhnya. Bercerai dari mantan suaminya, Tom gara-gara Tom berselingkuh dengan Anna yang kini menjadi istri Tom. Yang lebih menyedihkan dan menyakitkan bagi Rachel, Tom dan Anna kini tinggal di rumah yang dulu dibeli Rachel bersama-sama dengan Tom, rumah yang berdekatan dengan rumah Jess dan Jason. Perceraian Rachel dengan Tom dan perselingkuhan yang dilakukan Tom dengan Anna tidak lepas dari kebiasaan buruk Rachel yang tukang mabuk.

Masalah kemudian timbul ketika suatu pagi Rachel melihat Jess tidak lagi bersama Jason. Rachel melihat Jess sedang berciuman dengan seseorang yang lain, laki-laki yang bukan Jason. Rachel merasa kasihan kepada Jason, betapa Jess telah menghianati Jason. Rachel yang pernah merasakan sakitnya dihianati Tom, merasa harus membantu Jason. Rachel memikirkan hal itu terus menerus dan merasa harus memberitahu Jason mengenai perselingkuhan yang dilakukan Jason. Pada suatu hari, setelah melewati hari-hari yang berat dan melelahkan, Rachel membaca berita bahwa Jess (yang ternyata bernama Megan) dikabarkan hilang. Adrenalin Rachel mendadak mendidih. Bahwa Rachel merasa kenal dekat dengan Jess dan Jason sehingga ingin terlibat lebih dalam kasus ini. Dengan banyak kebohongan, Rachel akhirnya berhasil terlibat dalam kasus tersebut.

Pada akhir cerita, penyebab hilangnya dan bahkan meninggalnya Jess (seseorang yang sebenarnya tidak dikenal oleh Rachel) adalah orang yang pernah menjadi orang terdekat Rachel.

Membaca novel karya Paula Hawkins ini seperti merasakan apa yang juga dialami Rachel di novelnya. Kadang saya merasakan derit rem kereta yang berhenti atau harus berjalan pelan di depan rumah Jess dan Jason lalu Rachel mengintip aktivitas mereka berdua, kadang saya merasakan ketidakmengertian yang sangat (akibat Rachel selalu mabuk-mabukan) dan tak jarang juga saya merasakan agak ‘panas’ gara-gara banyak adegan perselingkuhan di novel ini. Aaah, saya kadang heran dengan penulis novel yang bisa menghadirkan suasana dengan mudahnya dalam tulisan mereka.

Pelajaran yang bisa saya ambil dari membaca novel ini, yang pertama dan paling utama adalah DONT JUDGE! Jangan pernah men-judge orang lain hanya dari apa yang kita lihat, cause everything is never as it seems. Seseorang yang terlihat bahagia, belum tentu dia benar-benar bahagia. Atau seseorang yang terlihat jahat belum tentu dia jahat. Jadi jangan pernah men-judge orang lain. Seseorang yang kehidupannya tampak sempurna pun pasti mempunyai masalah dalam kehidupannya. Pelajaran kedua, JANGAN PERNAH BERBOHONG. Karena kebohongan pertama pasti harus ditutup dengan kebohongan berikutnya. Hidup di atas kebohongan adalah kehidupan yang melelahkan, lalu pada akhirnya kita harus mengorbankan orang-orang yang kita sayangi akibat kebohongan tersebut. Dan pelajaran yang terakhir, JANGAN PERNAH BERSELINGKUH. Sehebat apapun adrenalin kita terbakar akibat perselingkuhan tersebut, selingkuh tetaplah selingkuh dan itu salah. Setia pada orang yang menyayangi kita dengan sepenuh hati, apapun kondisinya, lebih baik beribu-ribu kali lipat daripada kita mencari kesenangan sesaat.

Kabar baiknya, novel ini akan segera difilmkan dan rencananya film tersebut akan dirilis pada 2016. Jika Anda butuh bacaan yang lumayan memacu adrenalin, novel ini bisa jadi alternatif.

Selamat membaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s