Celotehan Malam (30)

ALHAMDULILLAAH kita masih diberi kesempatan bertemu bulan Ramadhan. Kalau dihitung-hitung, ini adalah Ramadhan ke 10 saya di perantauan, dan Ramadhan ke 5 saya di Jakarta karena 3 Ramadhan sebelumnya saya di Bogor dan 2 Ramadhan sebelumnya saya di Bandung. Semoga Ramadhan tahun depan saya bisa berada di suatu tempat dan suasana yang lebih baik lagi.

Saya selalu merasakan kehangatan setiap Ramadhan. Tidak hanya cuaca di malam harinya yang hangat, tetapi saya merasa orang-orang juga berubah hangat dan menyenangkan. Saya bahkan merasa Polisi yang berjaga di perempatan jalan yang biasanya manyun kali ini memberikan senyum hangat kepada para pengendara yang lewat. Aah, Ramadhan memang selalu indah. Tidak ada perubahan dalam pekerjaan, itu yang selalu saya sampaikan kepada diri sendiri. Ramadhan bukanlah bulan untuk bermalas-malasan, Ramadhan justru harusnya membuat kita lebih produktif daripada bulan-bulan sebelumnya.

Ramadhan juga tentang berbagi. Berbagi rejeki lewat infaq dan shadaqah, berbagi kasih sayang dan berbagi ilmu dalam kehidupan kita sehari-hari. Ramadhan memang bulan penuh berkah.

Seandainya kita membicarakan instagram, Ramadhan adalah hal paling instagramable yang pernah ada. Seandainya kita membicarakan path, Ramadhan adalah the most pathable moment in the world. Ramadhan adalah medan perjuangan sekaligus medan pembuktian yang besar bagi umat islam.

Semoga kita bisa memaksimalkan Ramadhan tahun ini dengan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari kesempatan yang ada. Selamat Ramadhan, selamat berpusa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s