G.2. Manajemen Pajak: Motivasi Manajemen Pajak

BEBERAPA alasan perusahaan melakukan manajemen pajak sebagaimana disampaikan oleh Simon dan Christopeher Nobes dalam Gunadi dalam Santoso dan Rahayu diantaranya:

  1. tingginya tarif pajak
  2. kekurang jelasan peraturan pajak, baik rumusan eksplisit maupun semangat, maupun maksud dan tujuan implisitnya
  3. sanksi yang terlalu kecil
  4. ketidakwajaran atau ketidakmerataan
  5. distorsi dalam sistem perpajakan

Sementara itu Salamun mengatakan bahwa setidaknya ada 4 hal yang mempengaruhi patuh atau tidaknya Wajib Pajak dalam memenuhi ketentuan perpajakan, yaitu:

  1. tarif pajak
  2. pelaksanaan penagihan yang rapi, konsisten dan konsekuen
  3. ada tidaknya sanksi bagi pelanggar
  4. pelaksanaan sanksi secara konsisten, konsekuen dan tanpa pandang bulu
Motivation
  • Imprecise of tax provision & grey areas
  • High tax rate
  • Low negotiation cost
  • Low risk of detection
  • Low tax penalty
  • Moral Hazard
  • Unfair & Unequal tax situation
  • Distortion in tax system
Drivers: Responsibilities to stakeholders
  • Optimal profit of management
  • higher quality products or services to customer
  • Best remuneration for employees
  • Better business repetitional for creditors
  • Shorter periods of payable settlement to suppliers
  • Best dividend to stockholders
  • Full obedient on government obligation including tax payment

Referensi:

Imam Santoso dan Ning Rahayu, Corporate Tax Management, Ortax, 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s