SPT Tahunan Elektronik: Apa dan Bagaimana Tata Cara Penyampaiannya?

Tulisan ini telah dimuat di Indonesia Tax Review Volume VIII/Edisi 09/2015

Teknologi berkembang dengan sangat pesat dewasa ini. Perkembangannya tidak terjadi dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi dalam hitungan detik. Setiap detik teknologi baru bermunculan dengan kelebihan dan keunggulan yang berbeda satu sama lain. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempermudah kehidupan manusia. Internet merupakan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh manusia. Betapa tidak, dengan internet manusia bisa tetap terhubungan dengan informasi real time tanpa harus beranjak dari tempat duduknya. Betapa tidak, dengan internet manusia tetap bisa menjalin komunikasi dengan manusia lainnya tanpa harus bertemu dan bertatap muka. Internet menjadi sebuah episode baru dalam peradaban manusia.

Dengan internet juga bisnis bisa dilakukan melalui jaringan atau disebut dengan istilah online. Hampir semua hal bisa dilakukan secara online melalui internet: menabung, belanja, membayar tagihan, makan siang, makan malam, kuliah, kencan, bahkan menghadiri sebuah seminar sekalipun. Perkembangan internet yang sedemikian pesat juga pada akhirnya memaksa pemerintah memanfaatkannya untuk kepentingan pemerintahannya.

Penerapan konsep e-government mulai marak bersamaan dengan perkembangan teknologi internet ini. E-government atau biasa disingkat e-gov adalah upaya pemanfaatan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi masyarakat, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. E-gov diaplikasikan pada semua pemerintahan: legislatif, yudikatif, maupun eksekutif, khususnya dalam administrasi publik demi penyelenggaraan tata pemerintahan yang demokratis. Dengan e-gov ini diharapkan adanya peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari penyelenggaraan pelayanan publik.

Tidak ketinggalan dalam penyelenggaraan e-gov adalah pelayanan publik yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) selaku administratur penerimaan negara dari sektor pajak. DJP melayani lebih dari 26 juta Wajib Pajak di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanannya merupakan suatu keharusan.

Pasal 6 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) menyatakan bahwa SPT dapat disampaikan secara langsung, melalui pos dengan bukti pengiriman surat, atau dengan cara lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Dimana cara lain ini kemudian diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 243/PMK.03/2014, yaitu melalui:

  1. perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat; atau
  2. saluran tertentu yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.

Kemudian Saluran tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 243/PMK.03/2014 di atas dijelaskan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-03/PJ/2015, yaitu meliputi:

  1. Website DJP, yaitu pajak.go.id
  2. Website penyalur SPT elektronik
  3. Saluran suara digital yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak untuk Wajib Pajak tertentu
  4. Jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan Wajib Pajak, atau
  5. Saluran lain yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak.

Di dalam PER-03/PJ/2015 tersebut muncul istilah baru, SPT elektronik. Dimana SPT elektronik adalah SPT yang disampaikan dalam bentuk elektronik. Tulisan ini akan membahas mengenai tata cara penyampaian SPT Tahunan elektronik.

Penyampaian SPT Tahunan Elektronik melalui website DJP

Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-04/PJ/2015 menyebutkan bahwa Wajib Pajak dapat melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya melalui DJP Online. DJP Online adalah suatu layanan yang ditujukan untuk Wajib Pajak melalui website DJP atau mobile devices. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaporan SPT Tahuna elektronik melalui website DJP adalah sebagai berikut:

  1. DJP Online dapat diakses melalui website pajak.go.id atau djponline.pajak.go.id
  2. Untuk dapat melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya melalui DJP Online, Wajib Pajak harus memiliki e-FIN (electronic filing identification number).

e-FIN adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh DJP kepada Wajib Pajak yang melakukan transaksi elektronik dengan DJP. E-FIN diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) berdasarkan permohonan Wajib Pajak yang ketentuannya adalah sebagai berikut:

  1. Permohonan untuk memperoleh e-FIN disampaikan oleh Wajib Pajak dengan menggunakan formulir sebagaimana diatur dalam lampiran PER-04/PJ/2015
  2. Permohonan e-FIN yang disampaikan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi dapat disampaikan ke KPP terdekat dengan syarat:
    1. Menyerahkan fotokopi identitas diri dan fotokopi kartu NPWP atau fotokopi SKT; dan
    2. Menunjukkan asli kartu identitas Wajib Pajak
  3. Permohonan e-FIN yang disampaikan oleh Wajib Pajak badan harus disampaikan ke KPP terdaftar dengan syarat:
    1. Menyerahkan fotokopi kartu NPWP atau fotokopi SKT;
    2. Menyerahkan fotokopi identitas diri salah satu wakil Wajib Pajak dan fotokopi kartu NPWP atau SKT wakil Wajib Pajak sesuai akta pendirian dan/atau akta perubahan terakhir;
    3. Menyerahkan fotokopi akta pendirian dan/atau akta perubahan terakhir; dan
    4. Menunjukkan asli kartu identitas diri salah satu wakil Wajib Pajak kepada petugas pajak.
  4. E-FIN akan diterbitkan oleh KPP dalam jangka waktu 1 hari kerja setelah permohonan diterima lengkap dan benar
  5. E-FIN yang telah diterbitkan disampaikan langsung kepada Wajib Pajak, tidak dikirim melalui pos atau dengan cara lain
  6. E-FIN bersifat rahasia dan harus dijaga kerahasiaannya oleh Wajib Pajak
  7. Dalam hal e-FIN hilang, Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pencetakan ulang e-FIN tersebut.
  8. Wajib Pajak yang telah memiliki e-FIN harus mendaftarkan diri dengan melakukan aktivasi melalui website pajak.go.id atau djponline.pajak.go.id paling lama 30 hari sejak e-FIN diterbitkan. Apabila Wajib Pajak tidak melakukan pendaftaran diri dalam jangka waktu tersebut, maka e-FIN tersebut hangus/kadaluwarsa dan tidak dapat dipergunakan kembali.
  9. Setelah melakukan registrasi, Wajib Pajak harus melakukan aktivasi akun dengan meng-klik link aktivasi yang dikirim melalui email yang sudah didaftarkan sebelumnya pada saat registrasi.
  10. Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri memperoleh username dan password. Username yang dipergunakan berupa NPWP 15 digit.
  11. Username dan password tersebut dipergunakan untuk login ke djponline.pajak.go.id
  12. Melalui website tersebut Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT Tahunan elektronik terbatas pada formulir 1770 S dan 1770SS. Setelah login ke website tersebut, Wajib Pajak bisa mengisi SPT dengan menggunakan formulir yang sesuai dan mengikuti langkah-langkah yang diinstruksikan.
  13. Dalam hal SPT Wajib Pajak menunjukkan status kurang bayar, Wajib Pajak harus mencantumkan NTPN atas pembayaran pajak yang kurang bayar tersebut sebagai bukti pembayaran
  14. Wajib Pajak harus memindai keterangan/dokumen lain yang harus dilampirkan dalam SPT Tahunan ke dalam format PDF dan mengunggahnya
  15. Setelah proses pengisian dan unggah dokumen selesai, Wajib Pajak meminta kode verifikasi. Kode verifikasi dikirimkan ke email Wajib Pajak dan harus memasukkan kode tersebut untuk mengirimkan SPT-nya.
  16. SPT dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi dan lampiran SPT-nya telah diunggah
  17. Apabila SPT dianggap lengkap, kepada Wajib Pajak diberikan bukti penerimaan elektronik melalui email

Penyampaian SPT Tahunan Elektronik melalui Penyalur SPT Elektronik

Penyalur SPT Elektronik atau kita kenal sebagai provider penyedia layanan SPT Elektronik (ASP) adalah pihak yang ditunjuk oleh Dirjen Pajak untuk menyelenggarakan layanan yang berkaitan dengan proses penyampaian SPT Elektronik ke DJP, meliputi penyedia aplikasi SPT Elektronik dan penyalur SPT Elektronik. Ketentuan terkait penyampaian SPT Tahunan elektronik melalui penyalur SPT elektronik sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-05/PJ/2015 adalah sebagai berikut:

  1. Dirjen Pajak dapat menunjuk penyedia layanan SPT elektronik

Sampai dengan tulisan ini dimuat, terdapat tiga perusahaan penyedia layanan SPT elektronik, yaitu www.pajakku.com, www.laporpajak.com, dan www.spt.co.id

  1. Penyedia layanan SPT elektronik tersebut dapat menyelenggarakan layanan penyediaan aplikasi SPT Elektronik dan/atau penyaluran SPT Elektronik ke DJP
  2. Untuk dapat ditunjuk sebagai penyedia layanan SPT Elektronik, perusahaan tersebut harus mengajukan permohonan kepada Dirjen Pajak
  3. Persyaratan yang harus terpenuhi oleh perusahaan yang ditunjuk sebagai penyedia layanan SPT elektronik adalah:
    1. Berupa badan hukum
    2. Berkedudukan di Indonesia
    3. Memiliki NPWP
    4. Menyampaikan SPT Tahunan PPh 3 tahun terakhir dan tidak mempunyai tunggakan untuk semua jenis pajak, kecuali terdapat izin mengangsur/menunda pembayaran pajak
    5. Pengurus tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana di bidang teknologi informasi
    6. Salah satu pengurus merupakan WNI
    7. Memenuhi ketentuan administrasi dan teknis sesuai dengan jenis layanan yang diajukan permohonannya
  4. Wajib Pajak yang sudah mendapatkan e-FIN harus mendaftarkan diri pada website penyalur SPT elektronik dengan mencantumkan email dan nomor handphone untuk pengiriman kode verifikasi, notifikasi, dan bukti penerimaan elektronik
  5. Setelah mendaftarkan diri Wajib Pajak akan memperoleh sertifikat digital dari DJP melalui penyalur SPT elektronik
  6. Penyalur SPT elektronik harus mengirimkan tata cara penyampaian SPT elektronik melalui website penyalur tersebut, aplikasi untuk menyampaikan SPT elektronik beserta petunjuk penggunaannya, dan informasi lain yang diperlukan untuk melaporkan SPT elektronik melalui website penyalur SPT elektronik kepada Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri
  7. Wajib Pajak mengisikan data SPT dengan menggunakan aplikasi SPT elektronik yang dikirimkan oleh penyalur SPT elektronik
  8. Dalam hal SPT menunjukkan status kurang bayar, Wajib Pajak harus mencantumkan NTPN atas pembayaran pajak yang kurang bayar tersebut
  9. Wajib Pajak memindai keterangan dan/atau dokumen lain yang harus dilampirkan dalam format PDF dan mengunggah keterangan dan/atau dokumen tersebut melalui website penyalur SPT elektronik atau melalui fasilitas lain sesuai petunjuk yang diberikan oleh penyalur SPT elektronik
  10. Hasil pengisian SPT elektronik dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi dan lampiran yang harus disampaikan dalam SPT elektronik telah disertakan dan disampaikan ke DJP melalui website penyalur SPT elektronik
  11. Apabila penyampaian SPT dinyatakan lengkap oleh DJP, maka kepada Wajib Pajak diberikan bukti penerimaan elektronik melalui aplikasi yang dikirimkan oleh penyalur SPT elektronik

Penyampaian SPT Tahunan Elektronik Melalui Saluran Suara Digital DJP

Penyampaian SPT Tahunan melalui saluran suara digital merupakan hal yang baru di Indonesia. Terlebih ketentuan ini baru muncul di PER-03/PJ/2015. Tata cara penyampaian SPT Tahunan Elektronik melalui saluran suara digital DJP adalah sebagai berikut:

  1. Wajib Pajak yang berhak menggunakan SPT Tahunan 1770SS dan telah memiliki e-FIN dapat menyampaikan SPT Tahunan tersebut secara elektronik melalui saluran suara digital DJP. Sampai dengan tulisan ini dimuat, belum ditentukan apakah saluran suara digital tersebut dapat dilakukan melalui contact center Kring Pajak 1500200 atau melalui nomor telepon lain.
  2. Wajib Pajak mengisi SPT elektronik pada aplikasi saluran suara digital dengan cara memberikan respon berupa penekanan tombol telepon (keypad) atau pengucapan kata-kata atas pertanyaan/perintah yang diberikan pada aplikasi saluran suara digital
  3. Hasil pengisian SPT elektronik melalui aplikasi saluran suara digital dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi
  4. Dalam hal pengisian SPT elektronik dinyatakan lengkap, kepada Wajib Pajak diberikan bukti penerimaan elektronik

Penyampaian SPT Tahunan Elektronik Melalui Jaringan Komunikasi Data yang Terhubung Khusus Antara DJP dengan Wajib Pajak

Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT Tahunan Elektronik melalui jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara aplikasi Wajib Pajak dengan DJP. Prosedurnya adalah sebagai berikut:

  1. Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan transaksi elektronik dengan DJP dapat menyampaian SPT elektronik melalui jaringan komunikasi data yang didedikasikan khusus antara DJP dengan Wajib Pajak
  2. Wajib Pajak mengisi SPT elektronik dengan menggunakan aplikasi SPT elektronik
  3. Dalam hal pengisian SPT elektronik pada aplikasi elektronik menunjukan status kurang bayar, Wajib Pajak harus memasukkan NTPN atas pembayaran pajak yang kurang bayar tersebut
  4. Hasil pengisian SPT elektronik melalui aplikasi elektronik dianggap lengkap apabila seluruh elemen data digitalnya telah diisi
  5. Wajib Pajak mengirimkan SPT elektronik yang telah diisi tersebut melalui jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan Wajib Pajak
  6. Dalam hal pengisian SPT elektronik dinyatakan lengkap, kepada Wajib Pajak diberikan bukti penerimaan elektronik

Penutup

DJP terus berbenah diri dalam memberikan pelayanan kepada Wajib Pajak. Penyampaian SPT elektronik melalui berbagai macam cara yang telah diakomodasi oleh DJP melalui penerbitan PER-03/PJ/2015, PER-04/PJ/2015, dan PER-05/PJ/2015 merupakan terobosan baru dan berani DJP yang harus diapresiasi karena tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar terjadi efisiensi pelayanan kepada Wajib Pajak. Sehingga Wajib Pajak merasa kewajiban penyampaian SPT tahunan yang harus dilaksanakan mudah, murah, dan efisien. Serta tujuan utamanya adalah agar penerimaan negara dari sektor pajak dapat tercapai secara optimal. Semoga bermanfaat.

Advertisements

One thought on “SPT Tahunan Elektronik: Apa dan Bagaimana Tata Cara Penyampaiannya?

  1. Pingback: Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Karyawan – nasikhudinisme.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s