The Other Woman (2014)

Sewaktu melihat poster film ini, sejujurnya saya enggan menontonnya. Soalnya dari posternya saja sudah kelihatan sangat ‘drama’, ditambah pemainnya sudah berumur dan keriput, hihi. Namun karena ‘dipaksa’ akhirnya saya mau juga menonton film ini, demi ….

The Other Woman sebenarnya ceritanya mirip-mirip Mistresses, yang merupakan serial TV, yang sampai sekarang sudah mencapai dua atau tiga session, disiarkan kalau saya tidak salah di HBO Family. Biasanya diputar hari Selasa, jam 18.30 WIB. Tentang apalagi kalau bukan tentang perselingkuhan, tepat seperti judulnya.

MV5BMTc0ODE4ODY1OF5BMl5BanBnXkFtZTgwMDA5NjkzMTE@._V1_SY317_CR1,0,214,317_AL_ Mistresses

Jadi, The Other Woman ini bercerita tentang Mark King (Nikolaj Koster – Waldau) yang merupakan pria beristri, namun suka berselingkuh. Suatu ketika selingkuhannya, Carly (Cameron Diaz) mengetahui bahwa Mark sudah memiliki istri bernama Kate (Laslie Mann). Kate yang mengetahui Mark berselingkuh, meski marah, pada akhirnya justru bersahabat dengan Carly. Dimana persahabatan ini justru membongkar perselingkuhan Mark berikutnya, yaitu dengan Amber (Kate Upton). Yang justru semakin anehnya, setelah terbongkar, Amber justru bergabung sebagai orang ketiga dalam persahabatan mereka.

Tiga sahabat ini berniat membongkar perselingkuhan dan kejahatan yang dilakukan Mark. Maka berperanlah tiga orang ini seperti Charlies Angels yang akan memecahkan kejahatan. Dibumbui kelucuan dan kekonyolan, meski kelucuan itu hanya berupa omongan atau tindakan spontan, saya lebih banyak tertawa sepanjang film dan tidak ngantuk, padahal saya menonton sudah di atas jam tidur. Nicki Minaj menunjukkan kebolehan aktingnya di film ini dengan berperan sebagai sekretaris Carly, meski aktingnya sangat sedikit. Awalnya saya sempat mengira bahwa Nicki Minaj yang berperan sebagai Lydia akan menjadi salah satu diantara selingkuhan Mark, ternyata dugaan saya salah.

Apakah Kate bisa mempertahankan pernikahannya dengan Mark, dan apakah mereka bertiga berhasil membongkar kejahatan sekaligus perselingkuhan yang dilakukan oleh Mark?

Daripada kalian capek-capek nonton, lebih baik kuceritakan saja lah ya. Perselingkuhan dan kebohongan yang dilakukan kemudian akhirnya terbongkar. Hingga dia menjadi bangkrut dan tidak memiliki uang sepeser pun. Moral dari film ini adalah bahwa kadang harta membuat kita lupa, seolah kita bisa membeli segalanya. Namun kebahagiaan kadang tidak selalu bisa dibeli dengan uang coy ….

Selamat menonton!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s