Celotehan Pagi (11)

Beberapa hari yang lalu, tepatnya dua minggu yang lalu, saya membeli helm baru. Helm baru ini warnanya sedikit saya sesuaikan dengan warna motor saya, biar matching gitu ceritanya. Daan, yang berbeda dari helm baru saya ini, helm ini memiliki jendela di bagian atasnya, yang bisa dibuka tutup. Kalau tidak hujan, jendelanya bisa dibuka sehingga menjaga agar udara tetap masuk ke dalam helm, sehingga rambut basah kita tetap terkena udara dan tidak pengap di dalam helm. Jika hujan, jendelanya bisa kita tutup. Senang sekali bisa membeli helm murah dan bagus ini. Semoga awet. Murah? iya, murah. Helm seharga Rp180.000 ini saya beli di di toko helm rekomendasi teman, di dekat tempat tinggal saya.

jet-motorcycle-helmet-caberg-double-visor-matte-black-model-summary_6295_zoom

Kebahagiaan memang akan terpancar dari wajah kita. Begitu juga dengan kesedihan. Kita tidak bisa memaksakan diri menjadi bahagia, sementara hati kita bersedih. Begitu juga apabila hati kita bahagia, kita tidak bisa membuat seolah-olah wajah kita bersedih. Karena pasti kebahagiaan kita akan terpancar dari mata kita. Beberapa orang menanyakan kepada saya, kenapa sekarang jarang tersenyum dan terlihat murung? Saya selalu menjawab ‘mungkin itu perasaan lo aja’. Sebenarnya itu hanya jawaban basa basi busuk saja. Untuk apa saya harus menutupi jika saya memang tidak bahagia (di sini)?

 

Setiap pagi, setiap melewati jembatan tempat kamu menyeberang, aku selalu berharap ada kamu turun dari jembatan itu. Kamu yang berkendaraan umum, turun di seberang jalan, lalu menyeberang di jembatan itu, lalu aku lewat pada saat kamu turun. Maka aku dengan senang hati akan menawarkan tumpangan, meskipun sudah dekat sebenarnya ke kantor. Karena pada saat itu aku akan melihat ekspresi kaget, dan bahagia kamu saat melihatku. Kamu bahagia karena bisa sampai di kantor lebih cepat, sehingga tidak terlambat, mengingat kamu selalu datang di detik-detik akhir batas absen. Meski kadang harapan itu pupus, karena aku tidak menemukanmu turun dari jembatan penyeberangan, karena kini kamu telah menaiki kendaraanmu sendiri, bersama suamimu.

 

Apakah terlambat kalau sekarang saya merisaukan tentang masa depan? Tentang jodoh, tentang gelar, tentang hari akhir? Jodoh memang tidak akan tertukar, kata orang. Setiap orang juga sudah dipasangkan dengan jodohnya masing-masing. Lalu kenapa ada orang yang meninggal sebelum dia bertemu jodohnya? Atau ada orang yang sudah tua tetapi tidak juga bertemu jodohnya? Apa kemudian semuanya kembali menyalahkan waktu? Apa artinya gelar panjang jika tidak bermanfaat bagi orang lain? Ada orang yang gelarnya lebih panjang dari namanya, tetapi tidak membawa manfaat sama sekali bagi orang lain. Ada orang yang tidak memiliki gelar, bahkan namanya pun enggan disebut, tetapi membawa manfaat yang besar bagi sesama. Jika gelar adalah tolok ukurnya, maka dunia memang sudah gila. Apa artinya bergelar kalau tidak berilmu.

Saya tidak dapat membayangkan dunia ini jika tidak ada musik. Bagaimana cinta dapat diungkapkan, bagaimana perasaan dapat tersampaikan, bagaimana suasana hati terbentuk, dan bagaimana kebahagiaan menjadi lebih hidup, jika tanpa alunan musik. Saya yakin Anda setuju dengan saya. Musik, memang membuat hidup kita lebih hidup. Saat bersedih, kemudian mendengarkan lagu sedih, maka kesedihan itu terasa makin menjadi-jadi. Namun, ada lagu lain yang kemudian mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh terlarut dalam kesedihan tersebut. Saat bahagia, musik membuat kita lebih bahagia. Orang yang jatuh cinta akan mendengarkan lagu tentang percintaan, dan seterusnya.

Jika semua ini kemudian hanya tentang waktu, apa saya harus tetap menunggu sampai waktu itu kemudian berpihak? Atau saya menyerah saja, dan mencari dimensi waktu lain yang lebih baik?

————————————————————————————–

Jakarta, 23 April 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s