The Transcendence, Bahaya Teknologi Bagi Umat Manusia

Apakah teknologi selalu memberikan kemudahan bagi umat manusia? atau kadang teknologi juga mengancam keberlangsungan umat manusia? Sudah banyak film-film yang menceritakan tentang kecanggihan teknologi, sekaligus bahayanya teknologi tersebut ketika mengancam umat manusia. Sebut saja Eagle Eye, atau film yang menceritakan tentang robot-robot yang mulai menguasai manusia (saya lupa judulnya).

Adalah Will Caster (Johnny Depp) dan istrinya, Evelyn Caster (Rebecca Hall), bekerja sama dengan ilmuwan lain, salah satunya adalah Max (Paul Bettany) bekerja sama membangun PINN (Physically Independent Neural Network), yaitu sebuah mesin yang memiliki kesadaran sendiri, sama seperti otak manusia, atau bahkan lebih. Mereka menyebut kesadaran buatan tersebut sebagai Transcendence.

Setelah memaparkan PINN Project kepada para ilmuwan untuk memperoleh dukungan dana, salah satu pengunjung, yang ternyata adalah agen RIFT (Revolutionary Independence From Technology) menembak Will, yang pelurunya ternyata telah dicampur dengan bahan radioaktif polonium sehingga menyerang Will dan secara perlahan akan mematikannya.

Dalam keputusasaan karena suaminya akan meninggal, Evelyn memiliki ide untuk mengunggah kesadaran Will (sebelum dia meninggal) ke rangkaian prosesor kuantum yang dicuri dari PINN Project. Bersama Max, Evelyn menjalankan rencana tersebut dan ternyata berhasil. Jasad Will memang telah meninggal, tetapi kesadarannya tertanam di sistem prosesor komputer berkecepatan ekstra tinggi, bahkan Evelyn kemudian mengunggah ‘Will’ tersebut ke dalam internet, sehingga dalam satu malam ‘Will’ sudah beredar kemana-mana, ke seluruh penjuru dunia. Bahkan satu malam sejak beredar di internet, perusahaan yang dimiliki Evelyn telah meraup keuntungan sebesar 38 juta dolar di Wall Street.

Max, yang merasa bahwa ide mengunggah ‘Will’ ke internet merupakan hal berbahaya, mengingat Max sendiri masih meragukan bahwa yang diunggah benar-benar Will atau masih ada bagian dari kesadaran PINN yang tersisa. Sehingga Evelyn dan Max bersilang pendapat, sehingga mereka pun berpisah.

‘Will’ yang telah online di internet, kemudian bersama Evelyn membangun sebuah sistem jaringan komputer super canggih di kota (yang hampir) mati bernama Brightwood. Di sana mereka membangun panel-panel listrik bertenaga surya super besar untuk memberi tenaga bagi proyek Transendence yang tengah mereka temukan. Ternyata ‘Will’ memang sudah bertransformasi, dari sekadar kesadaran komputer, tetapi juga dengan teknologi nano mampu mempengaruhi kesadaran orang lain, tumbuhan, tanah, air, bahkan tanah. Dan teknologi nanonya mampu menggandakan diri dua kali lebih besar setiap waktunya.

Hal ini menimbulkan ketakutan tersendiri bagi RIFT yang memang sejak awal concern mengenai bahaya teknologi, sehingga FBI pun akhirnya ikut bertindak. Maka ‘Will’ yang kemudian menciptakan hybrid- hybrid manusia yang bisa dikendalikan dari jarak jauh, diserang oleh FBI yang kemudian bekerja sama dengan RIFT.

Yang dialami baik oleh RIFT maupun FBI, bahkan Evelyn sendiri adalah ketakutan. Takut terhadap dampak teknologi yang ternyata tidak disangka-sangkanya itu. Oleh karena itu Evelyn kemudian mengusulkan diri untuk ditanamkan virus komputer ke tubuhnya, dan dia akan meminta ‘Will’ untuk mengunggah nya ke jaringan, sehingga akan mematikan ‘Will’. Ternyata rencana itu diketahui terlebih dahulu oleh ‘Will’. Namun karena kecintaannya, ‘Will’ tetap mengunggah ‘Evelyn’ ke jaringan. Setelah diunggah tersebut, Evelyn baru mengetahui bahwa tujuan ‘Will’ adalah mulia: menyembuhkan manusia yang sakit, memperbaiki ekosistem, memurnikan air sungai, memperbaiki polusi udara, dst. ‘Will’ memang akan menjadi Tuhan, bagi dirinya sendiri, yang akan mengabdikan diri untuk umat manusia, namun Evelyn, karena ketakutannya, terpengaruh oleh Max, RIFT, dan FBI. Dan karenanya, ending film ini menjadi sangat tidak terduga, sekaligus mengharukan, karena kemudian baik Evelyn maupun Will (yang entah dengan cara apa sudah berhasil mewujudkan diri menjadi manusia yang memiliki jasad) sama-sama meninggal.

Film yang bagus, layak untuk ditonton.

Semoga bermanfaat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s