The Call

Menonton film The Call (2013) membuat saya ingat pada pekerjaan saya. Sama-sama menceritakan tentang pekerjaan (mulia) sebagai call centre. Tentang sensasinya, ketegangannya, dan lebih jauh lagi The Call membuat pekerjaan sebagai call centre di 911 membuat kita (selaku penerima telepon) merasa ikut terlibat dan menentukan nasib seseorang.

‘911 what’s your emergency?’ begitu salam pembuka call centre 911. Dengan pertanyaan pembuka itu saja penerima telepon secara langsung menawarkan diri untuk terlibat dalam kejadiaan darurat yang sedang terjadi. Ya kalau kejadian daruratnya sekedar mati lampu dan mencekam sih gak  masalah ya, bagaimana seandainya sedang terjadi percobaan pembunuhan? maka penerima telepon menentukan hidup matinya seseorang.

Satu yang saya suka dari film ini, pihak kepolisian bergerak dengan cepat dan sigap apabila terjadi keadaan darurat, saya jadi berandai-andai seandainya kepolisian kita bisa sebagus itu responnya.

Pada akhirnya, menjadi penerima telepon (baca: bekerja di call centre) memang pekerjaan yang mulia, karena kita dituntut untuk selalu siap sedia membantu orang lain, dalam keadaan apapun, mood gak mood, sedih gak sedih, kita harus selalu bisa tersenyum dan menawarkan bantuan untuk orang lain.

Film The Call ini bagus, sayang sekali saya tidak menonton di bioskop waktu itu…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s