Kaleidoskop 2013 (Bagian 1.1)

Saya masih ingat jedar-jeder perayaan tahun baru 2013, yang rasanya baru kemarin. Eh, kemarin sore kembali saya mendengar jedar-jeder perayaan tahun baru 2014. Time goes by so fast, nggak terasa kita menua dengan cepat, bahkan tanpa kita sadari. Saya bukan orang yang suka dengan golongan mainstream, namun bukan berarti saya antimainstream juga. Kadang lebih kepada mempertimbangkan baik dan buruknya; misalnya tentang perayaan tahun baru. Saya tidak suka ikut euforia perayaan tahun baru, lebih karena saya merasa percuma saja kita merayakan sesuatu yang sudah pasti akan berganti setiap tahun. Tapi ya itu kembali lagi kepada diri kita sendiri sih ya, mau ikut atau tidak, terserah.

Tidak lengkap rasanya jika momen pergantian tahun tidak diikuti dengan membuat kaleidoskop selama setahun terakhir. Kali ini saya akan membuat kaleidoskop tahun 2013, karena blog ini membahas dua hal, jalan-jalan dan belajar pajak, maka bagian 1 ini akan membahas mengenai jalan-jalan, bagian yang paling saya sukai.

1. Phuket-Bangkok, Thailand

WP_20140102_001

Jalan-jalan pertama saya di tahun 2013, adalah jalan-jalan paling fenomenal sepanjang hidup saya. Kenapa? Karena itu adalah kali pertama saya ke luar negeri. Tetap dengan konsep backpacking, murah meriah, saya bersama 3 orang teman saya nekad pergi ke negeri gajah putih, juga negeri ladyboy, Thailand. Dengan tiket pesawat promo kami berhasil sampai ke Phuket pada tanggal 13 Februari 2013, malam hari sekitar jam 9 waktu setempat yang ternyata sama dengan WIB, haha. Yang saya rasakan ketika mendarat di Phuket, sama seperti mendarat di Batam. Karena bandaranya kecil, persis seperti Bandara Hang Nadim di Batam. Pengalaman pertama saya di luar negeri, saya baru tau bahwa kita gak boleh mengambil gambar di counter imigrasi, hal ini saya ketahui setelah orang Indonesia yang sedang antri di sebelah saya, mengambil gambar di counter imigrasi dan dia harus dimarah-marahin petugas, alhasil fotonya pun harus didelete. Sampai sekarang saya belum menemukan jawaban kenapa tidak boleh mengambil gambar di counter imigrasi.

Kami menginap di guesthouse murah yang memiliki layanan antar jemput, jadi kami sudah ditunggu sama supir dari guesthouse tempat kami menginap. Karena masih agak canggung dan sepertinya supirnya hanya bisa sedikit Bahasa Inggris—sama seperti saya—maka kami malah seru ngobrol dalam bahasa Indonesia. Kami berkomentar ria soal jalan tol, soal rumah-rumah di pinggir jalan, soal kabel-kabel yang menjuntai di depan rumah-rumah, dst. Phuket sama sekali tidak indah kotanya, lebih buruk dari Jakarta.

Pemilik guesthouse kami adalah seorang Korea ramah yang selalu tersenyum, Merry namanya. Merry bukanlah warga Thailand, dia masih memiliki KTP–ciyaa KTP–Korea, dan dia harus memperpanjang visa-nya di Thailand setiap 6 bulan sekali kalau saya tidak salah ingat. Merry menawarkan beberapa paket wisata kepada kami, dan tanpa pikir panjang kami menyetujuinya.

Meski Phuket buruk dalam pengaturan kota dan kabel-kabel listriknya, namun Phuket sangat jago dalam pengaturan tour wisatanya. Semua moda sudah terintegrasi menjadi satu. Kita hanya tinggal duduk di teras, menunggu jemputan yang akan mengantarkan kita ke tempat wisata kita. Hari pertama kami diawali dengan mengunjungi James Bond Island, sebuah pulau kecil tempat shooting film James Bond–tapi entah James Bond yang ke berapa. Kami hampir ketinggalan jemputan karena Bapak-bapak yang menjemput kami mengucapkan James Bond dengan sesuatu yang kedengarannya seperti Cemon’ Ilan, makanya kami pikir itu bukan jemputan kami. Ternyata setelah bapak itu pergi dan kami kejar, benar di tangannya ada Order jemputan atas nama kami—huffft, hampir saja kami gagal jalan-jalan di hari pertama kami, haha. James Bond Island, Maya Beach tempat shooting-nya film The Beach, dan pantai-pantai lainnya di Phuket yang kami kunjungi dikelola secara apik oleh pemerintah di sana. Selain lautnya biru, juga banyak bongkahan batu—haha, kalau bisa disebut bongkahan batu—super besar yang ada dan menyebar di lautnya, sama seperti di raja ampat. Totally Cool! Dengan laut biru dan bebatuan hijau, serta udara yang sejuk, sama sekali tidak membakar kulit, Phuket memang tempat yang sempurna untuk liburan laut. Kita bisa snorkeling, maupun menyelam di sana, tentu saja jika ingin menyelam harus siap merogoh kocek lebih dalam.
IMG-20140102-WA0002
Phuket sendiri sebenarnya merupakan kota kecil, yang dikelilingi pantai, yang pantainya tidak kalah indah dari pantai-pantai di Phuket yang lain. Dengan berjalan kaki dari guesthouse kita sudah mendengar deburan ombak dan suara angin laut, sangat menenangkan. Bahkan jika mau, kita bisa makan malam di tepi pantai dengan lilin di meja makan alias candle light dinner, romantis sekali.

Kami menghabiskan waktu tiga hari di Thailand, hari pertama dan kedua kami hoping keliling pulau-pulau di Thailand dengan dua tur yang berbeda. Meskipun tur hari kedua yang agak mengecewakan. Ceritanya waktu di Maya Beach kami cuma diberi waktu 30 menit, yang kemudian kami harus buru-buru naik ke boat kami, hanya untuk mengunjungi monyet-monyet, Yaa, kalau monyet doank mah di Indonesia banyak, kata kami waktu itu…..eerrrrrr. Hari ketiga kami jalan-jalan di kota, mengunjungi mall-mall di sana, mencari oleh-oleh. Karena dekat dengan pantai, jangan heran jika di mall pun kita masih menjumpai turis hanya dengan bikini two pieces atau baju pantai lainnya. Dan tak kalah ketinggalan, pada malam ke tiga di Phuket kami mengunjungi tempat yang paling happening di Phuket, dimana sepanjang jalan berisi tempat hiburan, dari tempat makan, sampai bar-bar tempat orang berkumpul dan minum-minum. Meski kami gak masuk ke salah satu barnya, cuma numpang lewat doank. Dan, sepanjang jalan itu, banyak ladyboy bertebaran, menclok sana menclok sini ke turis-turis. Di Phuket, maupun Bangkok, ladyboy memang ada di mana-mana, karena mereka memang diakui oleh negaranya. Dari tukang cuci hotel, pelayan restoran, sampai tenaga penghibur, ladyboynya banyaaak. Haha, makanya salah satu jokes yang saya dengar, di Thailand toiletnya ada tiga, untuk lady, untuk boy, dan untuk ladyboy.

Hari ketiga kami menghabiskan 12 jam perjalanan darat, dengan bis, ke Bangkok. Bis tingkat dengan kapasitas sekitar 24 penumpang, jalanan besar, supir yang mengendarai bis dengan nyamannya, kami dibawa menyeberangi laut, menuju Bangkok, Jakarta-nya Thailand. Berangkat pukul 6 sore dan tiba di Bangkok tepat pukul 6 pagi.

Bangkok adalah kota yang perencanaannya sama parahnya dengan Jakarta. Jalan tol dan jalan layang di mana-mana, dengan kemacetan, pasar-pasar di pinggir jalan, dan kabel-kabel yang menjuntai-juntai di pinggir-pinggir jalan. Mall di mana-mana. Hanya saja bedanya di sana sudah ada MRT dan sungainya dimanfaatkan untuk angkutan orang. Jadi jika bepergian kita bisa memilih apakah menggunakan moda taksi, MRT, travel, KRD, atau dengan sungai. Meski KRD nya ternyata sama jeleknya seperti di Indonesia.
IMG02871-20130217-1735
Ngomong-ngomong tentang bahasa, sebenarnya Phuket lebih mendingan daripada Bangkok. Karena di Phuket kita masih bisa ngomong bahasa Inggris kepada penduduk lokal.Di Bangkok, tiap kali ngomong, baik pake bahasa Inggris maupun bahasa tubuh, sering dicuekin. Entah karena mereka gak ngerti atau memang mereka cuek kepada siapapun, haha. Makanya di Bangkok kami lebih banyak menggunakan bahasa tarzan, alih-alih bahasa manusia.

Karena lebih banyak mall-nya, praktis kami lebih banyak menghabiskan waktu di mall. Dimana di sana banyak dijual baju-baju dan pernak-pernik murah untuk oleh-oleh, salah satunya perhiasan perak. Teman saya bahkan rela mengunjungi Bangkok lagi setelah kepulangan kami, hanya khusus untuk membeli perhiasan itu, dan dia membawa ibunya.

————————————–
akhir dari bagian 1.1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s