I See Fire: The Desolation of Smaug

Well, it is 00:51 dan saya baru pulang hujan-hujanan nonton film yang sudah lumayan lama saya nantikan, The Hobbit 2. Saya baru tahu judulnya, The Desolation of Smaug waktu nonton filmnya, karena di tiket nonton saya cuma tertulis The Hobbit 2 3D. Mungkin judulnya pas ya, soalnya memang kalau kita baca bukunya, ya endingnya memang naganya hancur dalam kesedihan (desolate) πŸ˜€

Saya tidak akan cerita banyak mengenai filmnya, karena ya memang sebelas dua belas sama bukunya. Secara keseluruhan saya suka, sangat suka malah, dan saya jadi pengen nonton lagi *mimisan*

Meskipun dalam keadaan capek dan ngantuk karena nonton di hampir mendekati tengah malam, saya tetap melek sepanjang film. Beberapa kali saya bahkan sempat sesak nafas karena saya grogi nonton film ini *lebay* Dibuka dengan kejadian flashback, kejadian sebelum film The Hobbit yang pertama, di mana Gandalf bertemu dengan Thorin Oakenshield, untuk meyakinkan bahwa Thorin harus merebut kembali kerajaan kakeknya yang sekarang berada di bawah ketiak (beneran di bawah ketiak) Naga yang sombong lagi lalim (ciyaa lalim, berasa manusia), Smaug.

Adegan flashback yang itu, seingat saya tidak ada di buku. Karena kalau kita baca bukunya ya langsung ke kejadian di pagi hari dimana Bilbo bertemu dengan Gandalf. Kalau memang beneran tidak ada di bukunya, dugaan saya adegan ini dibuat untuk mengingatkan penonton tentang cerita di The Hobbit yang pertama, dan saya pikir, itu sangat cerdas. Soalnya kalau tanpa adegan itu, pasti kita—yang sudah baca bukunya—dibuat harus mengingat-ingat dengan keras kejadian sebelum The Hobbit 2. Apalagi yang belum baca bukunya, plus yang belum nonton film The Hobbit yang pertama, bakal dibuat bingung.

Kejadian setelahnya masih sama, Bilbo dan kawan-kawan dikejar Orc, kemudian bertemu dengan manusia beruang, Beorn. Hanya saja seingat saya, di buku, mereka tinggal cukup lama di rumah Beorn, bukan hanya sehari seperti yang di film. tapi tinggal cukup lama juga ngapain ya, hehe

Dari awal saya menonton The Hobbit yang pertama, saya tahu bahwa buku yang tidak terlalu tebal ini bakalan dibuat menjadi tiga film. Bagian pertama memang menceritakan 1/3 isi buku, oleh karena itu saya yakin kalau sisanya masih bisa dibuat dua film lagi. Namun, di film yang kedua ini, menceritakan hampir keseluruhan sisa cerita di buku, yaitu sampai si Smaug turun ke Desa Danau, tempat si Bard dan keluarganya bermukim. Dan, seingat saya, bagian cerita yang itu sudah merupakan akhir cerita, dimana nantinya Smaug dipanah oleh Bard dengan panah hitamnya.

Bayangan saya, film ketiga hanya akan menceritakan sisa cerita dari buku yang sangat sedikit, dan saya yakin pembuat film harus benar-benar kreatif membuat film terakhirnya agar meninggalkan kesan yang mendalam.

Buatyang belum nonton, berikut saya tautkan link teaser trailer nya

Saat menonton The Hobbit yang pertama, mungkin kita membandingkannya dengan The Lord of The Ring, di mana kita pasti membandingkan sisi sinematografi dan ceritanya. Jelas The Hobbit pertama lebih bagus dibandingkan dengan ketiga film LOTR secara tata perfilman. Karena The Hobbit yang pertama dibuat jauh (hampir sepuluh tahun, atau lebih?) setelah LOTR yang pertama (The Fellowship of The Ring). Namun, saat menonton film yang kedua ini, kita pasti membandingkannya dengan film yang pertama. Dan menurut saya pribadi, film kedua ini tidak sebagus yang pertama. Analisis saya sih mungkin karena dari segi cerita, film pertama lebih banyak adegan cerianya dibandingkan dengan film yang kedua ini, di mana kita banyak melihat pemandangan hijau desa Shire, tempat Bilbo dan kawan-kawan hobbit bermukim. Namun di film kedua ini kita lebih banyak melihat adegan pembunuhan, terutama pembunuhan para Orc; ya yang kepala dipenggal, badan diinjak, maupun kepala dipanah. Dan, di film kedua ini sedikit sekali warna hijau rerumputan atau bunga-bungaan, hanya ada di bagian awal film.

Gandalf, seperti biasa, selalu menjadi orang yang agak menyebalkan. Dia selalu menghilang saat teman-temannya membutuhkannya, nggak di LOTR maupun The Hobbit sama saja. Jelas, karena penulisnya masih orang yang sama, hehe. Tapi bukan Gandalf namanya jika di tengah ‘menghilang’nya dia, sebenarnya dia tengah membereskan urusan yang sangat penting. Seperti fi film kedua ini, dia pergi untuk bertarung dengan Sauron, meskipun kita tidak tahu bagaimana nasib Gandalf yang tengah kritis, dan sampai film berakhir dia masih menjadi tawanan Sauron. Ya kalau di buku sih happy ending ya πŸ˜€

Satu lagi adegan yang saya lupa, apa di buku ada adegan itu atau tidak. Yaitu saat Bilbo dan kurcaci bertarung melawan naga di kerajaan gunung, si naga–Smaug–disiram dengan cairan emas dari patung eyangnya Thorin, Thorn. Saya tidak ingat ada adegan itu, tapi cukup mengesankan mengingat setelahnya Smaug mengibaskan sayapnya dengan anggun untuk melepaskan seluruh emas cair yang menempel di tubuhnya sebelum terbang ke kota Danau untuk mati πŸ˜€

Berbeda dengan film pertama yang sudah memperkenalkan OST-nya di awal-awal film, yaitu ketika Gandalf dan para kurcaci menyanyikan lagu The Misty Mountain Cold, di film kedua ini OST tidak diperdengarkan selama film diputar. OST justru diputar sewaktu film berakhir, karena sepanjang film diputar kita hanya mendengar instrumentasi musik untuk menambah efek adegan film. Dan, sewaktu OST ini diperdengarkan, saya merasa sangat familiar dengan suara penyanyinya, meskipun saya gagal mengingat-ingat siapa dia.

Setelah sampai di kosan, saya youtubing, dan ternyata OST The Hobbit 2 yang diberi judul I See Fire, dinyanyikan oleh penyanyi yang salah satu lagu terkenalnya adalah The A Team: Ed Sheeran. Keren! Berikut saya tautkan lagunya :

berikut saya berikan juga liriknya :

Oh, misty eye of the mountain below
Keep careful watch of my brothers’ souls
And should the sky be filled with fire and smoke
Keep watching over Durin’s son

If this is to end in fire
Then we shall all burn together
Watch the flames climb high into the night
Calling out father, stand by and we will
Watch the flames burn auburn on the mountain side

And if we should die tonight
Thn wee should all die together
Raise a glass of wine for the last time
Calling out father, prepare as we will
Watch the flames burn auburn on the mountain side
Desolation comes upon the sky

Now I see fire, inside the mountain
I see fire, burning the trees
And I see fire, hollowing souls
I see fire, blood in the breeze
And I hope that you’ll remember me

Oh, should my people fall
Then surely I’ll do the same
Confined in mountain halls
We got too close to the flame
Calling out father hold fast and we will
Watch the flames burn auburn on the mountain side
Desolation comes upon the sky

Now I see fire, inside the mountain
I see fire, burning the trees
I see fire, hollowing souls
I see fire, blood in the breeze
And I hope that you’ll remember me

And if the night is burning
I will cover my eyes
For if the dark returns then
My brothers will die
And as the sky’s falling down
It crashed into this lonely town
And with that shadow upon the ground
I hear my people screaming out

Now I see fire, inside the mountain
I see fire, burning the trees
I see fire, hollowing souls
I see fire, blood in the breeze

I see fire, oh you know I saw a city burning (fire)
I see fire, feel the heat upon my skin (fire)
And I see fire (fire)
And I see fire burn auburn on the mountain side

(lirik dari http://www.directlyrics.com/ed-sheeran-i-see-fire-lyrics.html)

Jadi secara keseluruhan, film ini sangat bagus dan layak ditonton, terutama bagi penggemar Middle Earth dan LOTR. Meskipun di film kedua dan sepertinya film terakhirnya nanti kita tidak akan menjumpai Smeagol dan saudara kembarnya πŸ˜€

Dan, saya, Nasikhudin, memberikan angka 8.5 untuk film kedua ini, sementara saya memberi angka 9 untuk film pertamanya. Itu pendapat saya pribadi kok, gak perlu diikutin πŸ™‚

By the way, jangan melewatkan film ini, kalau nggak nonton insya Allah gak kenapa-kenapa. Oya, satu lagi, 3D nya bagus, saya sempat kaget waktu adegan kepala Orc dipenggal dan saya pikir hampir mengenai saya, saya baru ingat kalau itu hanya film, film 3D πŸ˜€

Jadi, selamat menonton ….

————————————————

Bintaro, 14 Desember 2013

Advertisements

2 thoughts on “I See Fire: The Desolation of Smaug

  1. Nuha

    Ah, iya bener, lihatnya emang bikin ketar-ketir gak karuan karena saya sendiri sudah menggilai bukunya. Soal pertemuan Thorin dan Gandalf, sudah diceritakan Tolkien di Apendiks LOTR Return of The King, coba cek deh, buat lebih jelasnya.
    Plus, nih, masih ada 328 hari lagi menuju The Hobbit 3 *pingsan*

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s