Buku dan Saya

Salah satu alasan saya (masih) tinggal di seputaran kampus tempat dulu saya menimba ilmu adalah karena di sini tidak aneh membawa buku kemana-mana. Ya, saya orangnya hobi bawa buku. Bukan hobi baca ya, tapi hobi bawa buku, hehe. Dulu memang hobi baca, tapi setelah ada internet, smartphone, twitter, dan segala macam sosial media itu, saya memang bisa dikatakan agak jauh dari buku.

Dulu waktu masih hobi baca buku, satu buku tebal seperti Harry Potter yang ke-7, bisa saya selesaikan dalam waktu sehari semalam. Haha, sekarang baca buku yang tipis pun sebulan gak selesai-selesai.

Tapi meskipun kesenangan membaca saya sekarang tidak seperti dulu, saya masih cinta kok sama buku. Maksudnya saya tetap membaca buku, meski frekuensinya tidak sebanyak dulu.

Saya kadang tidak bisa membayangkan, seandainya saya tinggal di kampung halaman saya. Kampung saya bukanlah kampung yang orang-orangnya intelek, hanya kampung biasa, yang masyarakatnya–termasuk orang tua saya–adalah petani. Tentu saja kehidupannya berbeda jauh dengan di sini. Di sana bepergian membawa cangkul, parang, atau gerobak lebih biasa dibandingkan kemana-mana membawa buku. Mungkin saya bisa dianggap sombong atau sok keminter gara-gara mau makan saja harus bawa buku.

Sebenarnya kemana-mana bawa buku itu bukan pencitraan sih, karena toh saya tidak mencari ketenaran, haha. Saya, apalagi setelah bekerja, agak susah punya waktu sekedar ‘hanya untuk baca buku saja’ tanpa diganggu aktivitas lain. Nah, biasanya saya mencuri waktu-waktu itu saat menunggu pesanan makan, saat duduk di commuter line, atau saat menunggu TOAD saya bekerja mengquery data. Nah gara-gara curi-curi waktu itulah saya harus bawa buku kemana-mana. hehe

Pernah ada temen yg protes, katanya ‘ah lu Nash, kemana-mana bawa buku, padahal gak dibaca’ Hihi, saya jawab aja, ‘ya tadinya mau dibaca, gara-gara ketemu lu gak gw sempet bacanya’ :p

Itulah, saya mencintai buku, dan saya cinta tinggal di sini, dimana membawa buku kemana-mana bukan suatu hal yang aneh.

 

 

Advertisements

One thought on “Buku dan Saya

  1. coretanpohon

    kemana-mana bawa buku itu bikin tenang ketika kita mengklaim diri kita hobi baca…terkadang merasa bersalah karena lama ga baca…kemudian membawa buku itu setidaknya dimanapun kita berada ada buku di dekat kita…tenang deh…:-)

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s