Celotehan Malam (36)

 kadang saya ingin memberi kejutan-kejutan bagi kehidupan, namun kenyataannya saya lebih sering terkejut oleh kehidupan itu sendiri.

KETIKA menoleh ke belakang, kadang kita tidak menyadari bahwa perjalanan yang kita tempuh telah sejauh ini. Siapa yang menyangka kita mampu dan bisa berada di titik sekarang ini? Hidup selalu memberi kejutan-kejutan dengan caranya sendiri yang kadang sama sekali tidak kita duga-duga.

Motivasi terbesar saat saya menginginkan menjadi ranking 1 di kelas adalah saya ingin memberi kejutan untuk orang tua saya. Saya ingin ayah dan ibu saya terkejut, bahwa anaknya—yang notabene anak orang biasa-biasa saja–bisa menjadi nomor 1 di kelasnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, saya banyak membaca, saya belajar sebelum saya ujian, dan saya menuliskan kembali apa yang saya pelajari. Hasilnya, saya berhasil!. Awalnya ayah dan ibu saya terkejut (hanya pada kali pertama saya mendapat ranking pertama), lalu pada kali kedua, ketiga dan seterusnya, ayah dan ibu saya tidak lagi terkejut. Saya justru dikejutkan dengan perilaku belajar, membaca dan menulis saya yang lama-lama menjadi kebiasaan dan kebutuhan. Maksud hati ingin memberi kejutan pada kehidupan, saya justru terkejut dengan kehidupan itu sendiri.

Saya tidak suka sesuatu yang sifatnya muluk-muluk, tetapi saya senang melakukan sesuatu secara konsisten, terlebih jika saya menyenangi aktivitas tersebut. Membaca dan menulis sudah menjadi kesenangan saya sejak kecil. Dan secara konsisten saya melakukannya. Saya lalu melihat sebuah proses, proses belajar sekaligus proses evolusi membaca dan menulis. Dulu saya harus membaca segala sesuatu dengan detail, huruf per huruf, kata per kata, kalimat per kalimat. Sekarang saya bisa mempraktikkan screening dalam membaca. Dulu saya harus berpikir keras dalam menulis, terutama memikirkan kalimat pembukanya, sekarang saya sudah tahu teknik-teknik membuka kalimat dalam menulis.

Saya melihat diri saya berproses. Seseorang pernah mengatakan too often we are so preoccupied with the destination, we forget the journey. Saya justru sebaliknya. Terlalu menikmati proses, kadang saya lupa tujuan akhir. Namun dibalik semua itu, saya tetap bersyukur bahwa kehidupan telah membawa saya sejauh ini.

Seorang anak kampung–bahkan dulu pernah merasa tidak memiliki masa depan–memiliki kesempatan dan pengalaman yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya. Hidup memang punya caranya sendiri untuk mengejutkan kita.

Tidak ada salahnya ingin memberi kejutan dalam kehidupan, karena kemudian kehidupan akan membalasnya dengan memberi kejutan-kejutan lain kepada kita, dan semoga itu adalah kejutan yang baik.

Terus belajar, terus membaca, terus menulis dan terus lakukan semuanya secara konsisten dengan sepenuh hati dan penuh cinta.

Semoga bermanfaat

Advertisements

2 thoughts on “Celotehan Malam (36)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s