F.3. Pajak Berbasis Konsumsi: Perbedaan Income-Based Taxation dan Expenditure-Based Taxation

NICHOLAS Kaldor dalam The Expenditure Tax in a System of Personal Taxation dalam Rosdiana dan Irianto (2012) menyebutkan bahwa hal-hal di bawah ini tidak termasuk ke dalam personal consumption, yaitu:
a. pengeluaran untuk bisnis dalam arti sempit;
b. semua pengeluaran investasi, yaitu jumlah yang dikhususkan untuk pembelian properti (seperti tanah, saham, dan surat-surat berharga) atau non-income yielding (misalnya deposito bank, emas batangan, dll); semua jenis pinjaman, dan jumlah yang dikhususkan untuk pembayaran hutang
c. Belanja modal/barang untuk digunakan secara pribadi, misalnya pembelian rumah, karya seni, perhiasan dan ornamen di atas jumlah tertentu
d. Hadiah yang diberikan kepada orang lain dalam jumlah tertentu, termasuk mas kawin, dll.

Dengan demikian selain dari 4 hal di atas termasuk dalam pengertian konsumsi dan menjadi objek pajak atas konsumsi.

Secara lebih sistematis, David F. Bradford membedakan income dan expenditure/consumption-bases dari bagaimana cara menghitung ability to pay:

Income Consumption
Earnings
plus
Gifts and bequests received
minus
Cost of earnings
minus
Certain other outlays
Earnings
plus
Gifts and bequests received
minus
Cost of earnings
minus
Certain other outlays
minus
increase in net worth

———-
Referensi
Haula Rosdiana dan Edi Slamet Irianto, Pengantar Perpajakan, 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s