Celotehan Menyambut Ramadhan

Yeeeyyyy, sudah mau Ramadhan lagi, tinggal menghitung hari saja. Semoga kita semua disampaikan kepada bulan mulia tersebut, amiiin. Iseng saya bertanya kepada diri saya sendiri, ini Ramadhan ke berapa ya di hidup saya? Tentu saja jawabannya akan sama dengan jumlah umur kita. Kalau saya sih, alhamdulillah ini Ramadhan yang ke 23 di hidup saya (tapi bohoong!).

Ramadhan selalu membawa keceriaan tersendiri. Tidak hanya keceriaan saat berbuka puasa, namun juga keceriaan melihat semangat beribadah dan berbuat baik yang muncul bertubi-tubi di masyarakat kita. Semua orang tiba-tiba menjadi baik, dan alim. Keceriaan melihat keriaan di jalanan saat menjelang berbuka, keceriaan di jalanan saat menjelang shalat tarawih, dan keceriaan di masjid saat kuliah subuh. Alhamdulillah banget ya, Allah memberi kita satu bulan kemuliaan tersebut, yang memang melimpah berkah di dalamnya.

Dan tentu saja keceriaan yang paling saya tunggu di bulan Ramadhan adalah, keceriaan bermunculannya beraneka macam varian makanan. Semua makanan seolah keluar dari persembunyiannya di bulan Ramadhan. Tidak hanya makanan terkini dan modern, tapi juga makanan jaman dulu, mudah sekali menemukan cenil atau kelepon atau bahkan awug-awug yang selama ini susah sekali ditemukan (Googling saja kalau tidak tau makanan apa itu :p).

Meski kadang sedih juga, saat Ramadhan, terutama di Jakarta, akan bermunculan pemulung-pemulung baru. Yang tadinya jumlah mereka sedikit, tiba-tiba banyak pemulung bergerobak yang berkeliling komplek, atau bahkan biasanya di jalanan besar, bersama keluarganya. Entah fenomena apa ini, namun Ramadhan dimanfaatkan mereka untuk meraup rupiah dari kemurahan hati orang yang mudah tergerak di bulan Ramadhan. Memang itu hak mereka sih, saya cuma komentar saja.

Ramadhan, selalu membawa keharuman. Tidak hanya suasananya, tapi hawanya, juga wanginya berbeda yang dari bulan-bulan yang lain. Aaah, Ramadhan selalu membahagiakan bagi semua orang.

Tapiiii, Ramadhan kali ini masih tetap sama kok seperti Ramadhan sebelumnya, jadi kalian selaku fans saya gak usah khawatir. Apanya yang sama? Masih sama, karena masih jam weker yang setia membangunkan buat sahur, hahaha.

Selamat menyambut Ramadhan,

Marhabaan Ya Ramadhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s