Antiklimaks itu Karena Makanan

SEBERAPA kuat pun keinginan saya untuk tinggal di Jepang, pada akhirnya harus saya mentahkan juga keinginan tersebut, tidak lain karena alasan makanan. Selain susah menemukan makanan halal di Jepang, susah juga menemukan makanan yang sesuai dengan lidah saya. Kadang nemu makanan yang kayanya enak, ternyata ada pork atau sake-nya. Kadang nemu makanan yang tidak ada pork atau sake-nya, namun rasanya ngambang nggak jelas, asin nggak, manis nggak …. memang makanan Indonesia joss kemana-mana.

Hari pertama, kedua dan ketiga mungkin masih bisa menikmati masakan Jepang (meskipun sedikit terpaksa). Di hari ke empat dan seterusnya, saya sudah kangen semur jengkol, sayur asem, urap, bahkan saya kangen nasi padang. hiks.

Mengingat susah menemukan tempat makan yang menjual makanan yang halal, di bawah ini mungkin bisa menjadi gambaran pilihan  saat mencari makan di Jepang:

1. Makan di restoran fast food seperti McD atau KFC

Beli saja kentang goreng atau burger/hot dog yang jelas-jelas bukan pork, misalnya beef burger. Tentu saja di sini kita mengabaikan bagaimana cara mereka menyembelih sapi-nya ya. Makan kentang goreng juga biasanya mengobati lidah kita yang kangen dengan rasa asin, mengingat masakan Jepang rasanya tidak terlalu asin, hehe

2. Makan Ikan-ikanan

Pilih saja jenis makanan yang terbuat dari ikan, dan tidak menggunakan sake dalam memasaknya, misalnya sushi. Sushi pun ternyata ada beberapa saus (atau kecap?-nya) yang menggunakan sake, pilih yang tanpa sake. Selain sushi, nasi kepal atau nasi onigiri bisa menjadi alternatif lain. Kombinasikan dengan rendang atau abon yang kita bawa dari Indonesia, masih enak kok.

20140522_172824

3. Makan di restoran india

Tidak semua restoran india halal sih, tapi kebanyakan halal, tanyakan saja kepada pelayannya saat memesan menu, apakah halal atau tidak. Biasanya mereka menyebut halal dengan sesuatu yang kedengarannya seperti halaaa. Meski restoran india di Jepang tidak terlalu banyak jumlahnya (karena jarang ditemui, berbeda dengan di Phuket yang dapat dengan mudah kita temui restoran india), namun bisa menjadi alternatif tempat makan halal. Jenis makanan yang disediakan biasanya berupa kari dan roti india.

20140527_143825

4. Makan mie

Udon dan ramen bisa menjadi alternatif. Udon di Jepang ternyata rasanya enak, terutama kuahnya. Pastikan juga menu yang kita pilih tidak menggunakan sake saat memasaknya. Beberapa restoran juga ada menjual sphagetti dengan berbagai nama menu dan pilihan rasa.

WP_20140522_118

5. Makan di  restoran yang hanya menyediakan satu menu

Memang agak susah sih menemukan restoran di Jepang yang hanya menyediakan satu menu saja, misalnya menu ikan saja atau menu daging sapi saja. Kenapa mesti restoran yang hanya menyediakan satu menu? Karena setidaknya kita tahu bahwa alat-alat yang mereka pergunakan tidak digunakan juga untuk memasak makanan yang terbuat dari pork atau sake. Karena susah menemukan restoran yang hanya menyediakan satu menu saja, pilihan terakhir kita adalah: makan makanan yang halal, tanpa memperhitungkan cara memasak maupun menyembelihnya.

DSC01248

Pada saat bertanya ke tourist information centre, tanyakan juga kira-kira dimana kita bisa menemukan restoran yang menyediakan masakan halal. Biasanya mereka tidak tahu sih, apa itu halal. Ceritakan saja bahwa kita tidak makan pork, sake, dan hal-hal yang berbau pork maupun sake. Maka mereka akan merasa kasihan kepada kita karena tidak makan makanan seenak pork atau selezat sake (menurut mereka :D).

Sewaktu di Nara, Irwan menceritakan mengenai kesulitan kami dalam menemukan makanan halal. Kemudian petugas tourist information centre tersebut membuatkan kami catatan kecil, ditulis dalam bahasa Jepang, katanya sih bunyinya bahwa kami tidak makan pork, sake, maupun hal-hal yang berbau pork dan sake. Catatan itu kami tunjukkan setiap kali memasuki restoran, dan pelayan akan menunjukkan menu-menu mana yang halal dan yang tidak. Kami menyebutnya catatan ajaib.

WP_20140524_111

Jadi masih minat tinggal di Jepang? Saya sih minat saja, asalkan bisa masak masakan Indonesia sendiri, hehe.

—————————————————————–

Foto-foto oleh Rio, Irwan, saya, Dini, dan Tanzil

Advertisements

2 thoughts on “Antiklimaks itu Karena Makanan

  1. Rudy

    Oyasuminasai!!!!
    Have an awesome trip you are guys…
    I am a friend of rio…
    Sorry nihh nompreng utak atik blognya.. saya dpt blognya dari rio.. so amazing ya bisa ke negeri sakura…
    So pasti makan indonesia lebih top mantep dengan berbagai jenis rendang jengki ama petai tumis pedes plus ikan asin… mertua lwt aja gk sadar hehehe…

    Untuk penulis blog teruskan menulis dengan karya karyanya ya…

    Salam rudy

    Like

    Reply
  2. Nasikhudin Post author

    Halo Rudy, salam kenal.
    iya, makanan Indonesia emang gak ada lawan …
    Trims atas kunjungannya ya …

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s