The Raid 2, Kesadisan yang Indah

Saya belum pernah menyaksikan film Indonesia yang menyajikan kesadisan secara terang-terangan. Kepala ditembak, dibacok, dipalu, dikapak dimana-mana. Kaki tangan dipatahkan sampai berbunyi gemeretak, selangkangan dijejak dipatahkan, kepala dijedotin ke tembok, rahang digencet ke tembok, kepala ditempelkan di atas pemanggang yang panas sampai melepuh, kepala ditembak dengan tembakan perang sampai berantakan, menjadi pemandangan yang biasa di film ini. Saya menyebutnya sebagai kesadisan yang indah. Jangan heran sepanjang film ini diputar, kita akan banyak berteriak iuuuuhhh, astagaa, alamaaak, dst.

The Raid 2 mengusung titel Berandal. Memang menceritakan tentang pembasmian para berandal di Jakarta oleh polisi sih. Hanya saja di sini Rama (diperankan oleh Iko Uwais) harus terlebih dahulu berpura-pura masuk kedunia berandal tersebut. Seandainya yang diceritakan di film ini itu benar adanya, saya kadang tidak habis pikir bahwa premanisme di Jakarta itu berujung pada dunia politik. Bahwa bos dari para preman itu adalah polisi itu sendiri. Saya jadi terpikir, apa memang yang dihadapi Jokowi-Ahok selaku Gubernur-Wakil Gubernur di Jakarta memang seperti itu ya? Preman-preman berdasi, politikus.

Film ini dibuat di Indonesia, namun diproduseri (sepertinya) oleh orang asing, Evan Gareth. Film ini sedikit rasis, karena dari apa yang saya pahami, preman-preman di Jakarta dibagi menjadi 3 bagian, yaitu di bawah komando orang Indonesia sendiri, di bawah komando Jepang, hingga orang Arab. Oleh karena itu settingnya tak jauh-jauh dari Tanah Abang, Kota Tua, dan SCBD yang tepat berada di belakang kantor saya.

Tata perfilman yang apik, pencahayaan dan suara, membuat film ini semakin bagus. Kualitasnya internasional. Pantas saja film ini lebih dahulu diputer di Amerika daripada di Indonesia. Memang sih, beberapa bagian ada yang aneh, misalnya kenapa ada salju di Jakarta, atau iklan smartfren yang dilakukan secara terang-terangan. Dan, meskipun film ini bagus, jangan pernah sekali-sekali mengajak anak di bawah umur menonton film ini.

Jadi, selamat menonton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s