G.1. Manajemen Pajak: Pemahaman atas Perspektif Pajak

PEMBAHASAN mengenai masalah pajak selalu menjadi hal menarik hampir di semua negara. Menjadi menarik karena pajak selalu memunculkan banyak pro dan kontra di masyarakat. Masalah manajemen pajak pun bisa dilihat dari beberapa perspektif yang berbeda. Dari perspektif utopia-macro pajak merupakan kewajiban warga negara kepada negaranya, yakni dalam rangka mendanai tugas-tugas pemerintahan dan menjadi sumber dana bagi pelaksanaan pembangunan. Sebaliknya bagi Wajib Pajak (Pembayar Pajak) (dari segi perspektif finansial mikro), pajak merupakan suatu bentuk transfer sumber daya dari sektor private ke sektor publik yang mengakibatkan berkurangnya daya beli masyarakat. Wajar saja para Wajib Pajak menganggap bahwa pajak adalah beban bagi dirinya dan perusahaan.

Akibat adanya perbedaan persepsi mengenai pajak tersebut, manajemen pajak menjadi relevan untuk dibahas dan didalami dengan tujuan meminimalkan beban pajak. Beberapa pertanyaan yang mendasari manajemen pajak diantaranya adalah mengapa saya harus membayar pajak jika saya bisa menghindarinya? Atau mengapa saya harus membayar 100 jika saya bisa membayar 10 saja? Oleh karena itu perilaku seorang Wajib Pajak yang rasional tentu akan berusaha menghindari pajak dengan meminimalkan beban pajak, tujuannya tidak lain tidak bukan untuk profit maximisation. 

Tax Avoidance, Tax Evasion dan Phenomena Psychotax

Upaya penghindaran pajak yang dilakukan oleh Wajib Pajak ternyata tidak selamanya ilegal. Ada upaya-upaya penghindaran pajak yang legal di mata hukum (pajak). Hal itulah yang kemudian menimbulkan beberapa istilah penghindaran pajak yang dilakukan oleh Wajib Pajak:

Tax Avoidance merupakan upaya tax management yang legal karena lebih banyak memanfaatkan celah/kelemahan peraturan perpajakan. Sedangkan tax evasion merupakan upaya ilegal karena menentang/melawan peraturan perpajakan. Tax Evasion sering disebut juga sebagai penyelundupan pajak. Liberti Pandiangan (2005) menyebut fenomena penghindaran pajak ini sebagai fenomena psychotax (Santoso dan Rahayu, 2013).

Tax Avoidance dapat dilakukan dengan tiga cara:

1. Menahan diri

Wajib Pajak tidak melakukan perbuatan yang mengakibatkan harus membayar pajak. Misalnya agar tidak dikenai pajak merokok, Wajib Pajak tidak merokok. Atau contoh lainnya, agar tidak dikenai pajak penghasilan, Wajib Pajak tidak perlu memiliki penghasilan. Alasan tidak memiliki penghasilan hanya karena harus membayar pajak menurut saya bukan merupakan alasan yang rasional.

2. Pindah Lokasi

Untuk mengindari pembayaran pajak, Wajib Pajak memindahkan lokasi usahanya dari tempat yang tarif pajaknya tinggi ke tempat yang tarif pajaknya rendah.

3. Penghindaran Pajak secara yuridis

Wajib Pajak mengatur sedemikian rupa sehingga kegiatan yang dilakukan menjadi tidak dikenai pajak, atau kalaupun dikenai pajak, Wajib Pajak cukup membayar dengan jumlah yang paling sedikit. Contoh mudahnya, saat orang pribadi akan menjalankan usaha, orang pribadi tersebut dihadapkan pada apakah akan mendirikan PT atau cukup perusahaan perseorangan (Fa atau CV). Dari segi aspek pajak di Indonesia, mendirikan perusahaan perseorangan (Fa atau CV) dianggap lebih menguntungkan karena hanya akan dikenai pajak pada level perusahaan. Ketika laba tersebut dibagikan kepada orang pribadi pemilik perusahaan bukan menjadi objek pajak. Sedangkan bagi PT, apabila laba tersebut dibagikan ke pemegang saham, merupakan objek pemotongan Pasal 4 ayat (2) yang tarifnya diatur dalam Pasal 17 ayat (2c) UU No 36 tahun 2008.

Tax Evasion merupakan tindakan ilegal untuk menghindari pajak karena dilakukan dengan cara melawan ketentuan pajak dan diancam dengan sanksi pidana. Contohnya adaah dengan memanipulasi penghasilan menjadi sekecil mungkin atau memanipulasi beban menjadi sebesar mungkin yang membuat penghasilan neto fiskal (Penghasilan Kena Pajak) menjadi lebih kecil dari yang seharusnya, dengan tujuan pajak yang dibayar menjadi lebih kecil atau apabila perlu tidak membayar pajak sama sekali.

———–

Referensi:

Imam Santoso dan Ning Rahayu, Corporate Tax Management, Ortax, 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s