Sesuai teori internalisasi yang telah kita bahas pada tulisan sebelumnya, pada dasarnya suatu grup usaha akan mengisi kebutuhan bisnisnya dari sesama anggota grup agar tercipta suatu efisiensi sehingga menghasilkan laba yang maksimal bagi grup usaha. Namun dari kacamata fiskal, seringkali transaksi intra-grup tersebut “diselewengkan” untuk mendapatkan manfaat pajak tertentu.

Terkait jasa intra-grup, otoritas pajak terkadang susah membuktikan apakah suatu entitas dalam grup usaha benar-benar membutuhkan jasa tersebut atau tidak, mengingat bisa saja jasa tersebut sekolah-olah dibutuhkan padahal tidak.

Sebagai jalan tengah, OECD TP Guideline memberikan panduan mengenai jasa-jasa dengan nilai tambah rendah atau disebut juga sebagai low value adding intra-group services (LOVAS). Jasa-jasa ini meskipun benar-benar dibutuhkan oleh penerima jasa, serta benar-benar telah diserahkan oleh pemberi jasa, hanya dapat diremunerasi maksimal 5% dari biaya yang dikeluarkan pihak pemberi jasa (cost plus 5%).

LOVAS pada dasarnya adalah jasa yang diberikan oleh salah satu anggota grup kepada anggota grup yang lain yang biasanya berupa i) jasa pendukung (supportive); ii) bukan core bisnis utama grup; iii) tidak membutuhkan atau tidak menimbulkan adanya intangible yang unik dan bernilai; dan iv) tidak melibatkan atau menimbulkan risiko yang signifikan bagi penyedia jasa.

Panduan yang diberikan OECD TP Guideline terkait LOVAS hanya berlaku bagi LOVAS yang disediakan oleh pihak afiliasi. Sedang bagi LOVAS yang disediakan oleh pihak independen, panduan ini tidak berlaku.

Namun jenis-jenis jasa berikut ini bukanlah LOVAS:

  • jasa yang merupakan core business
  • R&D
  • pabrikasi dan produksi
  • pembelian bahan baku produksi
  • penjualan, marketing dan distribusi
  • transaksi finansial
  • ekplorasi, ekstraksi, atau pemrosesan sumber daya alam
  • manajemen perusahaan

Contoh LOVAS:

  • jasa akuntansi dan auditing
  • pengelolaan piutang dan utang dagang
  • aktivitas HRD
  • pengelolaan keselamatan kerja
  • jasa IT
  • komunikasi dan publik relasi
  • jasa hukum
  • jasa kepatuhan pajak
  • administrasi umum

Contoh:

Jika induk suatu perusahaan manufaktur sepatu secara rutin memberikan analisis risiko kredit untuk anak usahanya, maka jasa tersebut merupakan LOVAS. Namun, jika suatu induk bank investasi melakukan jasa yang sama untuk nasabah yang potensial, menggunakan perangkat lunak yang canggih dan rahasia, jasa tersebut diberikan kepada anak usaha dan nasabahnya, maka jasa tersebut bukanlah LOVAS.

Pendekatan yang sederhana diambil OECD TP Guideline atas LOVAS tersebut dengan dilatarbelakangi bahwa semua LOVAS harus dialokasikan untuk penerima manfaat. Keuntungan dari pendekatan ini antara lain:

  • Mengurangi biaya kepatuhan terutama dalam membuktikan benefit test dan harga yang wajar
  • kepastian bagi MNE

Gambar dari sini.