Divergent, si Anomali

Stars_Showcase_-_Divergent_Book_Club

-gambar dari google

Gara-gara terpengaruh cerita teman sekantor yang menyatakan bahwa ada film bagus berjudul Divergent, malam ini saya memutuskan untuk menonton film tersebut. Begitu film dimulai dan bercerita, saya langsung teringat pada film The Hunger Games. Entah karena berkaca pada kesuksesan The Hunger Games, atau memang lagi musim film sejenis The Hunger Games, alasan film ini dirilis. Tapi, sebelum nonton tadi saya sempat mampir ke Perpustakaan Gramedia dan ternyata film ini based on a novel of the same name by Veronica Roth. Sayangnya saya tidak sempat melihat novelnya tahun berapa diterbitkan, sekedar untuk mencari tahu lebih duluan mana dengan The Hunger Games.

Film ini dirilis di Amerika 21 Maret kemarin, dan setelah saya pikir-pikir negara kita ini termasuk yang cepat juga ya memasukkan film, belum lima hari tayang di Amerika, sudah ada di negara kita. Untuk urusan film memang cepat, tidak untuk urusan yang lain :p

Oke, kembali ke Divergent. Kata divergent (ing) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi divergen yang berarti menyebar. Mungkin kita ingat pelajaran fisika jaman SMP dulu (kita? lo aja kali nash); sewaktu belajar jenis-jenis lensa, ada lensa yang sifatnya divergen atau menyebarkan cahaya. Nah, apakah divergent yang dimaksud di film ini juga menyebar?

Ceritanya, suatu ketika di masa depan, dunia dalam keadaan kacau. Perang terjadi di mana-mana. Chicago sendiri harus membangun tembok ultratinggi untuk melindungi negaranya dari perang. Tetapi bukan itu permasalahannya. Untuk menghindari perpecahan, rakyat dibagi menjadi 5 golongan/faksi (ini yang mirip dengan The Hunger Games yang membagi rakyatnya menjadi sejumlah distrik). Lima golongan tersebut adalah Abnegation, yang paling peduli terhadap sesama, suka membantu. Karena sifatnya itu mereka duduk di pemerintahan; Amity (kind), Candor (honest), Erudite, golongan inteligen, mereka seperti profesor yang bekerja di lab, menemukan sistem komputer, sistem serum, dan lain-lain, dan Dauntless, yang paling berani di antara semuanya, oleh karena itu mereka bertugas sebagai polisi. Dan, ada satu kelompok lagi yang tidak termasuk faksi manapun, mereka menyebutnya unfaction. Sistem faksi mereka ciptakan untuk menciptakan kedamaian, menurut mereka.

Setiap anak yang telah mencapai usia tertentu harus menjalani tes untuk menentukan termasuk ke dalam faksi mana. Jadi penentuan faksi tidak didasarkan pada keturunan, tetapi pada tes dan pilihan. Tes faksi sama seperti tes topi nya Harry Potter untuk menentukan masuk ke kelas mana, apakah Gryffindor, Slytherin, dst. Tes faksi ini dilaksanakan dalam dua hari pelaksanaan, yaitu yang pertama adalah tes serum, semacam psikotes tapi menggunakan serum dan tes kedua adalah hari pemilihan. Pada saat tes serum, berdasarkan hasil tesnya, seseorang bisa diketahui, apakah memiliki bakat abnegation, amity, candor, erudite, atau dauntless. Berdasarkan hasil tes inilah mereka akan memilih pada keesokan harinya. Hasil tes serum tidak akan mempengaruhi pilihan. Meskipun hasil tesnya menyatakan abnegation, bisa saja yang bersangkutan memilih candor karena merasa ingin berada di sana. Dan yang paling penting dari tes kedua ini adalah, sekali memilih, tidak akan bisa kembali. Begitu memilih faksi, anak tersebut akan menjadi bagian dari faksi tersebut, dan harus meninggalkan keluarga, karena prinsipnya (mungkin seperti ideologi mereka) bahwa faction before blood, atau Faksi di atas keluarga. Yang artinya adalah, mereka harus mendahulukan faksi daripada apapun.

Akan selalu ada anomali, termasuk untuk hasil tes serum. Beatrice Prior, diperankan oleh Shaleine Woodley, memiliki hasil serum yang divergen. Hasil tesnya, dia memiliki darah kelima faksi. Tidak termasuk manapun. Dan bagi masyarakat mereka, kaum divergen adalah ancaman, karena tidak bisa dikendalikan, sehingga harus dibunuh. Oleh karena itu oleh si penguji, Beatrice disarankan untuk merahasiakan hal tersebut dari siapapun, termasuk orang tuanya. Pada hari pemilihan, Beatrice Prior memilih untuk menjadi Dauntless, karena memang sudah lama dia mendambakan menjadi dauntless, yang artinya adalah dia harus meninggalkan ayah ibunya yang merupakan pemimpin tertinggi abnegation.

Tidak mudah untuk masuk ke dalam suatu faksi, mereka harus menjalani serangkaian orientasi. Dan untuk masuk menjadi bagian dauntless, tidak hanya tes fisik, tetapi juga tes keberanian untuk mengalahkan ketakutan mereka sendiri. Beatrice Prior merahasiakan kedivergenan nya selama masa orientasi. Namun pada akhirnya dia tidak bisa selalu merahasiakannya, karena pada kenyataannya divergen memang cenderung berbeda dari orang kebanyakan, sehingga gampang untuk diketahui. Faksi Erudite menyebut divergen sebagai darah pemberontak.

Faksi Erudite adalah faksi yang paling menginginkan posisi pemerintahan, oleh karena itu mereka berusaha menyingkirkan abnegation, dengan cara apapun. Salah satunya dengan cara menanamkan serum pada faksi Dauntless untuk menyerang abnegation. dan karena Beatrice (yang merubah namanya menjadi Tris setelah menjadi bagian Dauntless) adalah divergen, maka dia tidak terpengaruh serum itu. Namun Tris berpura-pura, karena dia harus menyelamatkan ayah ibunya yang abnegation. Bersama mantan mentornya (bernama four, diperankan oleh Theo James) yang juga ternyata sama-sama divergen, mereka menyelamatkan kota dari ancaman Erudite yang serakah.

Mampukah Tris dan Four menyelamatkan kota, juga keluarga mereka? Bagi Anda penggemar Kate Winslet, sayang sekali di film ini dia memainkan peran antagonis, sebagai petinggi Erudite yang sangat berambisi membasmi divergen dan memimpin kota.

film yang lumayan bagus, apalagi bagi pencinta cerita fiksi ilmiah, film ini layak untuk ditonton, dan saya pun memikirkan untuk membeli novelnya, karena film ini belum selesai, masih ada kelanjutan film berikutnya …

Bintaro, 27 Maret 2014



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 475 other followers